Indonesia Raih 9 Medali di WorldSkills Shanghai 2026
Kontingen pelajar Indonesia meraih sembilan medali pada WorldSkills Competition Shanghai 2026, termasuk 1 medali perak, 2 medali perunggu, dan 6 Medal of Excellence. Pencapaian ini diumumkan saat acara penyambutan delegasi di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Hasil dan peringkat
Secara total, Indonesia berhasil meningkatkan prestasi dari empat bidang berprestasi di WorldSkills Lyon 2024 menjadi sembilan bidang pada 2026. Kenaikan ini mendorong Indonesia ke peringkat 19 dunia, setara dengan Kanada, dengan rata-rata 0,76 poin per peserta.
Rincian medali
Perolehan medali kontingen Indonesia pada WorldSkills Shanghai 2026 adalah sebagai berikut:
- 1 medali perak
- 2 medali perunggu
- 6 Medal of Excellence
Komposisi delegasi dan skala kompetisi
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.400 kompetitor dari 68 negara dalam 64 bidang keahlian. Indonesia mengirim delegasi terbesar sepanjang sejarah kontingennya: 20 kompetitor yang merupakan alumni dan siswa SMK. Sebagian peserta dilaporkan melanjutkan studi di politeknik.
Delegasi Indonesia bertanding pada 17 bidang dan didampingi 17 ahli serta technical delegate.
Respons pemerintah
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyambut positif peningkatan raihan ini. Ia menekankan jumlah peserta yang kembali dengan penghargaan internasional.
"Indonesia memboyong delegasi terbesar sepanjang sejarah, 20 kompetitor alumni dan siswa SMK... pada 17 bidang didampingi 17 ahli dan technical delegate,"
"50 persen kompetitor, 10 adik-adik kita dan anak-anak kita pulang membawa medali penghargaan internasional. Medal of Excellence,"
"Dan secara global, Indonesia kini melesat ke peringkat 19. Bersanding dengan Kanada nilainya sama, dengan rata-rata raihan 0,76 poin per peserta,"
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abul Muti, turut memberi apresiasi dan mengingatkan bahwa prestasi ini bukan akhir dari upaya peningkatan mutu pendidikan.
"Capaian ini bukan akhir dari perjalanan panjang kita untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua. Bukan bagian akhir dari komitmen kita untuk terus mencerdaskan bangsa dan memajukan bangsa dan negara dengan pendidikan dan prestasi,"
Dampak dan langkah ke depan
Hasil di Shanghai menjadi tolok ukur keberhasilan program pendidikan vokasi dan pembinaan SMK. Peningkatan kuantitas dan kualitas peserta diharapkan berlanjut lewat pelatihan lebih intensif, kerja sama industri, dan penguatan peran politeknik.
Ke depan, pemerintah dan lembaga pendidikan akan mengevaluasi pembinaan teknis dan persiapan kompetisi untuk meningkatkan jumlah medali dan peringkat global Indonesia pada ajang berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Bahas RUU Pemilu dengan Parpol Non-Parlemen Pekan Ini
DPR akan bertemu partai non-parlemen pada 2 Oktober 2026 untuk membahas RUU Pemilu, terutama soal ambang bat...
APBN 2027: Pendidikan Rp824 T dan Bansos Rp539,7 T Jadi Prioritas
Pemerintah mengalokasikan Rp824 triliun untuk pendidikan dan Rp539,7 triliun untuk perlindungan sosial dalam...
Mendikdasmen Sambut Kontingen Indonesia di WorldSkills Shanghai 2026
Mendikdasmen Abdul Muti menyambut kontingen Indonesia dan memuji capaian di WorldSkills Shanghai 2026 yang m...
DJKI Tekankan Sinergi Pusat-Daerah untuk Program KI 2027
DJKI minta Kanwil perkuat sinergi pusat-daerah untuk program KI 2027 agar pendaftaran, pelindungan, dan kome...
Kemenhub Tegur Perusahaan Asuransi, Salvage KM Virgo Diminta Segera
Kemenhub menegur asuransi P&I dan operator agar operasi salvage KM Virgo segera dimulai untuk mempercepat pe...
BRIN: Waspadai Hoaks, Cermati Informasi Gempa dan Tsunami
BRIN mengingatkan waspadai hoaks dan cermati informasi gempa serta peringatan tsunami; pahami jalur rawan, e...