IHSG Ditutup Melemah ke 6.185,78 Setelah Pengunduran Gubernur BI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 6.185,78 pada penutupan perdagangan Senin, 27 Juli 2026. Pelemahan sebesar 10,65 poin (0,17%) dipicu oleh sentimen domestik terkait pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, serta kekhawatiran atas data ekonomi dan kebijakan suku bunga global.
Pergerakan pasar hari ini
IHSG sempat menyentuh posisi terendah di 6.144,27 pada sesi perdagangan hari ini. Indeks dibuka di zona merah pada level sekitar 6.185 dan bergerak melemah sepanjang hari.
Pergerakan hari ini didominasi saham-saham yang turun, seiring aliran modal yang cenderung berhati-hati menjelang beberapa rilis data ekonomi global.
Data perdagangan dan breadth pasar
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp12,11 triliun. Volume perdagangan menembus 27,64 miliar saham dengan frekuensi lebih dari 1,81 juta kali transaksi.
- 341 saham melemah
- 307 saham menguat
- 147 saham stagnan
Sentimen pengunduran diri Gubernur BI
Pelemahan IHSG dipicu respons pasar atas pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Pemerintah menyatakan proses transisi akan mengikuti ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.
"Per kemarin, secara resmi kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden,"
— Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Pemerintah menunjuk Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti, sebagai Penjabat Sementara Gubernur BI sampai gubernur definitif ditetapkan. Penunjukan sementara ini dimaksudkan menjaga kelangsungan kebijakan moneter dan stabilitas pasar.
Agenda global yang dipantau pelaku pasar
Selain sentimen domestik, investor juga mengamati sejumlah agenda global pekan ini. Rilis pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2026 dan keputusan suku bunga Federal Reserve menjadi fokus utama pasar.
Pasar akan melihat apakah ketahanan ekonomi Amerika Serikat memaksa The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sikap moneter AS tersebut berpotensi memengaruhi arus modal global dan volatilitas pasar saham Indonesia.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati perkembangan proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia serta data ekonomi global yang dapat menentukan arah aliran modal dan sentimen risk-on/risk-off.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
China Kecam Nasionalisasi British Steel oleh Pemerintah Inggris
China mengecam nasionalisasi British Steel oleh Inggris, menyebutnya merugikan Jingye Group dan mengancam ke...
Piala Dunia 2026: Siapa Untung dan Siapa Rugi Secara Ekonomi
Piala Dunia 2026 memperbesar aliran uang: FIFA, broadcaster, sponsor, dan taruhan diuntungkan; suporter, kot...
Feel Good Network Gandeng Innercircle & BRICKS Perkuat Ekosistem
Feel Good Network tunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai agen utama untuk memperkuat ekosistem kreatif dan in...
Bluebird Prime Resmi Hadir di Bandung dengan Armada BYD E6
Bluebird Prime resmi hadir di Bandung dengan armada BYD E6, menawarkan kabin lebih luas, opsi Fixed Price, d...
Kimi K3: Model AI 2,8 Triliun Parameter dari China Tantang AS
Moonshot AI meluncurkan Kimi K3, model open-weight 2,8 triliun parameter di WAIC Shanghai 17 Juli 2026, mena...
AS Tuduh Moonshot AI Lakukan Pencurian Teknologi Anthropic
AS menuduh Moonshot AI mencuri teknologi Anthropic lewat teknik distilasi dan penggunaan chip Nvidia yang di...