IHSG Menguat 0,57% ke 6.270 pada Jeda Siang 4 Agustus 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada jeda siang perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, berada di level 6.270,15 atau naik 35,65 poin (0,57 persen) dari pembukaan. Kenaikan ini didorong oleh optimisme pasar sejalan proyeksi Tim Analis Phintraco Sekuritas dan sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis sebelumnya.
Pergerakan IHSG dan proyeksi analis
Menurut tim analis, IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan setelah mengalami koreksi tipis pada penutupan perdagangan sebelumnya. Sebelumnya, IHSG turun 0,03 persen ke level 6.234,50 pada 3 Agustus 2026.
IHSG berpotensi berbalik menguat (rebound) dan menguji resistansi di level 6.250-6.300
Proyeksi tersebut menempatkan level 6.250-6.300 sebagai area kunci yang harus dicermati investor dalam sesi lanjutan.
Data ekonomi yang mempengaruhi sentimen
Sejumlah rilis data domestik memengaruhi sentimen pasar. Tim analis menyoroti perbaikan pada indikator manufaktur, neraca perdagangan, serta perkembangan inflasi.
- PMI Manufaktur: memasuki fase ekspansi pada Juli 2026 dengan indeks 50,2, level tertinggi sejak Februari 2026.
- Neraca Perdagangan Juni 2026: mengalami defisit USD 450 juta atau sekitar Rp 8,14 triliun, lebih kecil dibandingkan defisit Mei 2026 sebesar USD 1,61 miliar.
- Kinerja Ekspor dan Impor: ekspor tumbuh 8,84 persen year-on-year, sementara impor meningkat 34,27 persen.
- Inflasi: laju inflasi tahunan melambat menjadi 2,88 persen pada Juli 2026 akibat deflasi bulanan.
Inflasi tahunan melambat akibat deflasi 0,14 persen pada Juli 2026
Deflasi bulanan tersebut disebabkan oleh panen raya yang menekan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Dampak kebijakan harga dan sentimen global
Penurunan harga BBM nonsubsidi pada awal Agustus 2026 berpotensi meredam laju inflasi lebih lanjut. Faktor ini menjadi perhatian pelaku pasar yang juga mengamati kondisi harga energi global.
Pelemahan harga minyak dunia turut mendorong penguatan bursa saham Amerika Serikat, sehingga memberikan sentimen positif ke pasar saham domestik pada sesi siang ini.
Prospek pasar ke depan
Secara teknikal, level resistansi 6.250-6.300 akan menentukan kelanjutan penguatan. Di sisi fundamental, perkembangan data ekonomi dan pergerakan harga komoditas global masih menjadi faktor penentu arah IHSG dalam beberapa hari mendatang.
Investor disarankan memantau rilis data selanjutnya dan langkah kebijakan harga energi yang dapat memengaruhi inflasi dan pasar saham.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...