Nasional

Hotspot Nasional 475, Sumsel Jadi Fokus Penanganan Karhutla

Bagikan:
Petugas memadamkan kebakaran hutan dan patroli di lahan gambut

Kementerian Kehutanan melaporkan penurunan hotspot nasional menjadi 475 titik pada 17 September 2026, namun Sumatera Selatan masih menjadi perhatian utama karena kenaikan signifikan hotspot.

Ringkasan data dan prioritas penanganan

Data terbaru menunjukkan 475 titik hotspot high confidence di tingkat nasional per 17 September 2026, turun tipis dari 479 titik sehari sebelumnya. Meski demikian, peningkatan tajam di beberapa provinsi membuat upaya penanggulangan difokuskan pada wilayah yang paling berisiko.

Perincian hotspot menurut provinsi

Berdasarkan catatan sistem pemantauan, beberapa provinsi menunjukkan perubahan signifikan. Berikut perbandingan jumlah titik hotspot saat ini dan sehari sebelumnya:

Provinsi Hotspot (17 Sep 2026) Hotspot (sebelumnya)
Sumatera Selatan 184 123
Kalimantan Tengah 61 102
Kalimantan Selatan 5 11
Kalimantan Barat 30 21
Jambi 15 12
Riau 0 11

Respons lapangan dan sumber daya

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyatakan pengendalian dilakukan terpadu dengan memprioritaskan area yang menunjukkan kenaikan hotspot.

“Pengendalian terus kami lakukan bersama seluruh unsur terkait. Saat ini perhatian lebih diarahkan ke Sumatera Selatan yang mencatat hotspot high confidence tertinggi di antara provinsi prioritas,” ujar Ristianto, Jumat 17 September 2026.

Upaya di lapangan meliputi patroli, groundcheck, pemadaman langsung, pembasahan, pendinginan titik panas, hingga operasi udara. Pemerintah menyiagakan 53 armada udara dan mendukung program Operasi Modifikasi Cuaca untuk memperbesar peluang hujan di wilayah terdampak.

  • Patroli dan pengecekan lapangan
  • Pemadaman dan pembasahan area terancam
  • Pendinginan titik panas
  • Operasi udara dan dukungan modifikasi cuaca

Aspek lain: konservasi satwa dan prakiraan cuaca

Menteri Kehutanan meninjau penanganan karhutla sekaligus kondisi habitat gajah di Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Di Pusat Konservasi Gajah Jalur 21 tercatat 29 gajah binaan yang masih dalam kondisi baik berdasarkan pemantauan.

BMKG memprakirakan kondisi atmosfer relatif kering pada 18–24 September 2026 akibat pengaruh El Niño sangat kuat. Kondisi ini meningkatkan potensi karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah.

Peringatan dan imbauan

Kementerian mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak selalu berarti terjadi kebakaran. Setiap indikasi harus diverifikasi melalui pengecekan langsung di lapangan.

Ristianto mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Dia juga meminta agar masyarakat segera melapor jika menemukan titik api, asap, aktivitas pembakaran, atau satwa liar terdampak karhutla.

Koordinasi antarinstansi dan pelibatan masyarakat dianggap krusial untuk menekan perkembangan kebakaran saat atmosfer masih rawan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait