HLUN ke-30: Kemendukbangga Dorong Lansia Tetap Tangguh
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) merayakan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 pada Selasa, 9 Juni 2026 di Ballroom Kemendukbangga/BKKBN. Bertema "Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh", acara ini bagian dari rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dan bertujuan mendorong lansia tetap aktif dan berdaya.
Wisuda Sekolah Lansia dan Peserta
Perayaan HLUN menampilkan wisuda peserta Sekolah Lansia. Sebanyak 387 wisudawan hadir dari berbagai Sekolah Lansia di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Wisuda diberikan setelah peserta menyelesaikan 12 kali pertemuan pada setiap standar pembelajaran.
Program Sekolah Lansia dan Kurikulum
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, menjelaskan program itu untuk mencegah lansia terisolasi dan mengurangi kecenderungan berpikir berlebihan tentang penyakit karena kurangnya aktivitas.
"Ini adalah bagian dari program kita supaya lansia diberikan aktivitas supaya nggak ngalamun (melamun). Kalau melamun, yang dipikirkan penyakit, karena tidak ada aktivitas sehingga yang sekarang tidak perlu dipikirkan, jadi dipikirkan," ujar Menteri Wihaji.
Kemendukbangga menyoroti bahwa Indonesia memiliki 11,97 persen populasi berusia lanjut. Karena itu program diberi fokus pada rentang usia 60-74 tahun, termasuk pelatihan lansia entrepreneur dan Sekolah Lansia dalam tiga standar pembelajaran.
Kurikulum Sekolah Lansia mencakup beberapa bidang:
- Tujuh dimensi lansia tangguh
- Kesehatan mental
- Pencegahan dan penanganan penyakit umum
- Senam dan gizi lansia
- Kewirausahaan lansia
Sinergi Mitra Kerja dan Penandatanganan Kerja Sama
HLUN ke-30 juga menjadi momen penandatanganan kerja sama antara Kemendukbangga/BKKBN dengan sejumlah mitra. Salah satunya adalah Ikatan Ahli Urologi Indonesia untuk memperkuat program keluarga dan kesehatan reproduksi.
Selain itu, perjanjian kerja sama lain melibatkan:
- Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi
- Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga
- PT Kasoem Hearing untuk peningkatan kesehatan pendengaran
Layanan Kesehatan Gratis pada Kegiatan
Selama acara, lansia yang hadir memperoleh layanan kesehatan gratis. Pemeriksaan yang diberikan antara lain:
- Pemeriksaan tekanan darah
- Laboratorium sederhana (asam urat, kolesterol, gula darah)
- Pemeriksaan pendengaran dan penglihatan yang melibatkan Kasoem Hearing Center
- Pemeriksaan kepadatan tulang (kerja sama dengan Anlene)
- Konsultasi dan pemeriksaan gigi dan mulut oleh RSGM Ladokgi RE
- Pemberian kacamata baca dari Sekolah Lansia Ratu Sinuhun Srikandi TP Sriwijaya
Kegiatan Seni dan Partisipasi Lansia
Perayaan juga menampilkan keterlibatan lansia melalui pertunjukan seni. Penampilan itu menunjukkan lansia aktif dan berdaya di kegiatan publik.
- Pertunjukan angklung oleh Swastisvarna
- Pertunjukan tari dan lagu dari Senior Club Indonesia
- Penampilan dari beberapa Sekolah Lansia
Perayaan HLUN ini menegaskan komitmen Kemendukbangga untuk mendorong lansia tetap produktif, sehat, dan terlibat dalam kegiatan sosial, lewat pendidikan, layanan kesehatan, dan kerja sama lintas lembaga.
Berita Terkait
Kepala BPOM Soroti 3 Tantangan Apoteker: Profesionalisme, Edukasi, AI
Kepala BPOM sebut tiga tantangan apoteker: profesionalisme, edukasi masyarakat, dan dampak teknologi digital...
BPOM Dorong Swamedikasi Aman, Apoteker Jadi Kunci
BPOM mendorong swamedikasi aman lewat regulasi adaptif dan peran apoteker, merespons data BPS 2025 yang menu...
Kemenkes Perketat Pengawasan Setelah Empat Dokter Magang Meninggal
Kemenkes perketat pengawasan dan layanan kesehatan untuk dokter magang menyusul empat kematian pada 2026, de...
Gaya Hidup Modern Dorong Lonjakan Minat Program Wellness
Kesibukan modern mendorong minat pada program wellness. Aplikasi U by Prodia menawarkan Prodia Wellness Retr...
Kasus DBD di Bekasi 2026 Capai 1.583, 3 Meninggal
Bekasi catat 1.583 kasus DBD (Januari–Mei 2026) dan 3 kematian; usia 14–44 tahun paling banyak terdampak.
Dokter Ortopedi: Evaluasi Nyeri yang Berlangsung 1-2 Minggu Penting
Dr. I Made Yudi Mahardika: nyeri yang bertahan 1-2 minggu wajib dievaluasi; rontgen atau MRI bisa diperlukan...