Doa Bersama di Makam Bung Karno Peringati Harlah ke-125
BLITAR — Ratusan warga berkumpul di kawasan Makam Bung Karno, Kota Blitar, Sabtu malam, 6 Juni 2026, untuk menggelar doa bersama memperingati Hari Lahir ke-125 Proklamator RI, Ir. Soekarno. Acara itu digelar selepas salat Magrib dan menjadi momentum menegaskan kembali nilai-nilai Pancasila, Trisakti, serta semangat perjuangan Bung Karno.
Suasana dan peserta
Acara berlangsung khidmat di bawah pencahayaan lampu kawasan makam. Hadir dalam kegiatan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari unsur politik lokal, komunitas setempat, hingga pelaku ekonomi kecil.
Di antara peserta tampak Wakil Kepala Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi, bersama jajaran PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sukorejo, Paguyuban Putra Sang Fajar, unsur Muspika, tukang becak wisata, pedagang kaki lima, penjual bunga tabur, dan warga umum.
Pesan dan kutipan
Selama acara, doa-doa dipanjatkan untuk mengenang jasa dan perjuangan Presiden pertama RI. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar dinilai mencerminkan kuatnya ikatan emosional warga Blitar terhadap Bung Karno.
"Ini sangat luar biasa. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan betapa cinta dan sayangnya warga Blitar kepada Bung Karno. Beliau memang sudah tiada, tetapi jasa dan perjuangannya tetap hidup dan menyala sampai hari ini,"
Didik juga menekankan bahwa peringatan semacam ini tidak cukup hanya menjadi seremoni sejarah. Ia mengajak masyarakat mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga kita mampu mewarisi api perjuangan Bung Karno, bukan mewarisi abunya,"
Makna peringatan dan harapan ke depan
Menurut panitia dan tokoh yang hadir, peringatan Harlah menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali prinsip-prinsip dasar bangsa. Peserta diajak menerapkan Pancasila dan mengamalkan Trisakti—kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, serta kepribadian dalam kebudayaan—sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.
Acara berjalan tertib dan penuh kekhidmatan. Warga terlihat larut dalam suasana refleksi, mengenang perjalanan hidup Sang Proklamator serta makna perjuangannya bagi bangsa Indonesia.
Bagi masyarakat setempat, kehadiran Bung Karno tidak sekadar sejarah; gagasan dan semangat persatuannya dinilai tetap hidup melalui generasi sekarang yang terus mewarisi nilai-nilai tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ribuan Siswa Ikuti Festival Permainan Tradisional di Banyuwangi
Ribuan siswa SD memadati Taman Blambangan untuk Festival Memengan Tradisional, memperkenalkan permainan trad...
PDI Perjuangan Jember Dukung Peluncuran Program Home Care
PDI Perjuangan Jember mendukung peluncuran layanan home care Pemkab untuk memperluas akses kesehatan bagi wa...
RedTalks 2026: Anak Muda Desak Politik Berbasis Ideologi di Malang
Di RedTalks 2026 Malang, pemuda mendesak partai fokus pada ideologi dan aksi lapangan, bukan hanya pencitraa...
Ribuan Warga Sukorejo Gelar Kirab Budaya dan Haul Eyang Singonoyo
Ribuan warga Sukorejo menggelar Kirab Budaya dan Haul Eyang Singonoyo pada 25 Juli 2026, menampilkan tumpeng...
Musran Serentak PDI Nganjuk Tetapkan Kuota 40% Perempuan & Pemuda
DPC PDI Perjuangan Nganjuk gelar Musran serentak 25–26 Juli 2026; kepengurusan ranting wajib 40% perempuan d...
Suko Widodo: PDI Perjuangan Harus Jadi Kompas Generasi Muda
Suko Widodo minta PDI Perjuangan bentuk sekolah politik yang ajarkan working ideology agar nasionalisme jadi...