Harga Semen Melonjak, Harga Bahan Bangunan di Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah — Harga semen jenis OPC di Kabupaten Aceh Tengah melonjak tajam pada pekan pertama Agustus 2026, naik dari Rp80.000 menjadi Rp110.000 per sak pada pemantauan 3 Agustus 2026. Kenaikan ini menjadi perubahan paling mencolok di antara komoditas bahan bangunan yang dipantau Dinas Perdagangan setempat.
Kenaikan harga semen
Data pemantauan yang dirilis Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Tengah menunjukkan lonjakan harga semen sebesar 37,5 persen dalam sepekan terakhir. Kenaikan tersebut tercatat saat monitoring pasar yang dilakukan di Kecamatan Kota Takengon pada 3 Agustus 2026.
Lonjakan harga semen menjadi sorotan karena bahan ini merupakan komponen utama dalam kegiatan pembangunan rumah dan proyek infrastruktur kecil di wilayah tersebut.
Perubahan harga material lain
Selain semen, beberapa material menunjukkan perubahan harga sementara yang lain tetap tinggi namun stabil. Rincian harga yang dipantau adalah sebagai berikut:
- Seng gelombang ukuran 8 kaki: naik dari Rp70.000 menjadi Rp75.000 per lembar (naik 7,14%).
- Seng plat ukuran 8 kaki: tetap di Rp115.000 per lembar.
Sementara itu, harga besi beton tercatat stabil pada tingkat yang relatif tinggi:
- Besi beton 10 mm: Rp76.000 per batang
- Besi beton 12 mm: Rp106.000 per batang
- Besi beton 8 mm: Rp47.000 per batang
- Besi beton 6 mm: Rp28.000 per batang
Pemantauan resmi dan implikasinya
Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Tengah rutin melakukan monitoring harga komoditas strategis, termasuk bahan bangunan, untuk memberi informasi kepada masyarakat dan mendukung upaya menjaga pasokan serta stabilitas harga di daerah.
Informasi pemantauan ini berguna bagi konsumen, kontraktor, dan perencana proyek kecil agar dapat menyesuaikan anggaran dan jadwal pembelian material. Lonjakan harga semen berpotensi menambah beban biaya renovasi dan pembangunan skala kecil di wilayah setempat.
Pejabat terkait di dinas perdagangan direkomendasikan untuk memantau lebih lanjut penyebab kenaikan, seperti fluktuasi pasokan, biaya angkutan, atau faktor produksi, serta menyampaikan rekomendasi kebijakan bila diperlukan untuk menjaga akses bahan bangunan bagi masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
SIER Gaet Investor Taiwan Lewat Promosi Kawasan Industri Baru
SIER mempromosikan kawasan industri di Taipei untuk menarik 100 investor Taiwan, memaparkan fasilitas modern...
Pertamina dan Pemprov Aceh Perketat Pengawasan Penyaluran BBM
Pertamina, Pemprov Aceh, dan aparat lakukan rapat dan sidak SPBU untuk memastikan penyaluran BBM subsidi ama...
Harga Pertamax Turun, Pertamina Sumbagut Berlakukan Penyesuaian 1 Agustus
Pertamina Patra Niaga Sumbagut menurunkan harga Pertamax di FTZ Sabang dan menyesuaikan BBM non-subsidi lain...
KAI Angkut 3,44 Juta Ton Petikemas hingga Juli 2026
KAI angkut 3,44 juta ton petikemas hingga Juli 2026, meningkat 20,28% dan memperkuat konektivitas rel-pelabu...
KSSK: Risiko Geopolitik Meningkat, Stabilitas Keuangan Terjaga
KSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan terjaga pada triwulan II 2026 meski risiko geopolitik meningkat,...
PLN Latih 250 Siswa SMA soal Energi Terbarukan
PLN dan IT PLN melatih 250 siswa SMA pada Juli–Agustus 2026 untuk memperkuat literasi PLTS, WTE, dan pengola...