Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Rp15.000 per Gram, Ini Daftar Harga 30 Juli 2026

Bagikan:
Ilustrasi emas batangan Antam dengan harga per gram

Harga emas batangan Antam yang dipasarkan melalui Logam Mulia kembali naik sebesar Rp15.000 per gram pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026. Kenaikan ini menghentikan tren penurunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Untuk pecahan 1 gram, harga jual tercatat sebesar Rp2.616.000, sedangkan harga buyback dipatok pada Rp2.381.000 per gram.

Kenaikan dan kondisi pasar

Kenaikan tipis ini menunjukkan adanya koreksi dari pelemahan sebelumnya. Pergerakan harga masih dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan sentimen investor. Para pelaku pasar dapat melihat fluktuasi lanjutan tergantung pada data ekonomi dan faktor eksternal lainnya.

Rincian harga per pecahan

Masyarakat dapat membeli emas Antam dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan investasi. Berikut adalah daftar harga emas Antam yang dipasarkan Logam Mulia pada Kamis, 30 Juli 2026:

  • 0,5 gram: Rp1.358.000
  • 1 gram: Rp2.616.000
  • 2 gram: Rp5.172.000
  • 3 gram: Rp7.733.000
  • 5 gram: Rp12.855.000
  • 10 gram: Rp25.655.000
  • 25 gram: Rp64.012.000
  • 50 gram: Rp127.945.000
  • 100 gram: Rp255.812.000
  • 250 gram: Rp639.265.000
  • 500 gram: Rp1.278.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.556.600.000

Ketentuan pembelian dan buyback

Logam Mulia menyediakan pecahan mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual disesuaikan menurut berat masing-masing pecahan. Sementara itu, harga buyback untuk satu gram tercatat di angka Rp2.381.000.

Impak bagi investor

Kenaikan kecil ini memberi ruang bagi investor jangka pendek untuk mempertimbangkan aksi. Namun, bagi investor jangka panjang, emas tetap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Harga dapat berubah cepat, sehingga pemantauan rutin disarankan.

Secara keseluruhan, pergerakan emas Antam pada 30 Juli 2026 menandai koreksi dari penurunan beberapa hari sebelumnya, namun volatilitas pasar masih berpeluang memengaruhi arah harga selanjutnya.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait