Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur hingga 10%
PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga bahan bakar avtur hingga 10 persen di seluruh bandar udara Indonesia. Kebijakan ini mulai berlaku pada Senin, 1 Juni 2026, sebagai respons terhadap penurunan harga minyak global dan untuk mendukung konektivitas udara nasional.
Penyesuaian harga dan contoh tarif
Perusahaan mengatakan besaran penurunan berbeda-beda antarbandara karena mengikuti formula resmi serta mempertimbangkan faktor distribusi dan logistik. Secara nasional rata-rata penurunan mencapai hingga 10 persen dibandingkan Mei 2026.
- AFT Bandara Internasional Soekarno-Hatta: dari Rp24.580/liter menjadi Rp22.190/liter.
- AFT Bandara Ngurah Rai Denpasar: dari Rp26.190/liter menjadi Rp23.480/liter.
“Namun, secara rata-rata nasional harga avtur turun hingga 10 persen dibandingkan Mei 2026,”
Dasar perhitungan harga
Penyesuaian harga dilakukan secara berkala setiap bulan. Perhitungan mengacu pada rata-rata harga internasional dengan referensi utama Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene dan formula yang ditetapkan regulator.
Perusahaan menyebutkan koordinasi dilakukan sesuai ketentuan Kementerian ESDM serta memperhatikan perkembangan harga energi global.
“Kami mengacu pada formula yang ditetapkan regulator yaitu Kementerian ESDM, serta mempertimbangkan perkembangan harga energi global,”
Cakupan pasokan dan jaminan operasional
Penurunan harga berlaku di 72 terminal bahan bakar penerbangan (AFT) yang tersebar di bandara utama dan bandara perintis di Indonesia. Perusahaan memastikan stok dan pasokan avtur tetap aman untuk mendukung kelancaran operasi penerbangan domestik maupun internasional.
“Kami memastikan pasokan Avtur tetap dalam kondisi aman dan andal diseluruh jaringan AFT,”
Dampak terhadap konektivitas dan pariwisata
Perusahaan berharap penyesuaian ini memberi dampak positif pada aktivitas penerbangan domestik, meningkatkan konektivitas antarwilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor pariwisata.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memantau pasar energi global dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan layanan energi penerbangan yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan dalam mendukung konektivitas udara nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Regulasi dan Insentif Fiskal Kunci Pengembangan Industri Menengah
Regulasi jelas dan jaminan insentif fiskal dinilai penting untuk mempercepat pengembangan industri menengah...
Bisnis Kopi Solo Melaju Seiring Perubahan Gaya Hidup
Bisnis kopi di Solo berkembang karena gaya hidup, wisata, dan inovasi UMKM; peluang besar bagi kedai lokal y...
Harga Emas Antam Turun Tajam ke Rp2.605.000/gram
Harga emas Antam 24 Juli 2026 turun ke Rp2.605.000/gram, minus Rp35.000; buyback Rp2.345.000/gram. Ketentuan...
INALUM Buka Program Magang, Ajak Talenta Muda Belajar di Industri
INALUM membuka program magang untuk talenta muda belajar langsung di industri nasional, memperkuat keterampi...
Serangan Hama Ganggu Padi di Pasrujambe dan Senduro, Lumajang
Tanaman padi di Pasrujambe dan Senduro, Lumajang, diserang wereng, burung, dan tikus; P3NA Jatim minta penda...
INALUM Dorong Jurnalisme Lingkungan, Hadirkan 65 Karya IN-Journal II
INALUM mendorong jurnalisme lingkungan lewat IN-Journal Chapter II yang menampilkan 65 karya untuk memperkua...