DPRD Jatim Minta Guru Integrasikan Moderasi Beragama di Sekolah
SURABAYA, Minggu (2/8/2026) — Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, mendorong guru memasukkan nilai moderasi beragama ke dalam proses pembelajaran dan pembiasaan di sekolah. Tujuannya untuk menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan agama, suku, dan latar belakang sosial sejak usia dini.
Dorongan untuk guru
Yordan menyampaikan dorongan tersebut saat sosialisasi yang digelar oleh DPRD Jawa Timur bersama tenaga pendidik di Surabaya Suites Hotel. Kegiatan berlangsung malam hari pada Minggu (2/8/2026) dan diikuti guru dari berbagai jenjang pendidikan.
- Taman Kanak-Kanak (TK)
- Sekolah Dasar (SD)
- Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- Sekolah Menengah Atas (SMA)
Menurut Yordan, guru memegang peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Pembelajaran formal harus dilengkapi dengan kebiasaan sehari-hari yang menanamkan nilai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan.
Isi sosialisasi dan kutipan
Kegiatan tidak hanya memberi penguatan materi, tetapi juga membuka ruang dialog untuk menyerap masukan dari para pendidik tentang tantangan di lapangan. Hal ini penting agar pendekatan moderasi beragama relevan dengan kondisi sekolah.
“Bagaimana supaya dalam pengajaran maupun dalam pembiasaan yang dilakukan terhadap anak didik juga memasukkan unsur moderasi beragama, sehingga kita bisa memiliki toleransi kepada mereka yang berbeda agama, berbeda suku, maupun berbeda kelas sosial.” — Yordan M. Batara Goa (Selasa, 3/8/2026)
Masukan guru dan tindak lanjut DPRD
Yordan menyatakan DPRD Jawa Timur akan menampung berbagai masukan dari tenaga pendidik. Masukan tersebut akan dijadikan bahan untuk memperkuat upaya pengembangan moderasi beragama dalam dunia pendidikan.
Dengan demikian, kebijakan atau program yang disusun di tingkat daerah diharapkan lebih responsif terhadap kebutuhan nyata di sekolah.
Harapan dan implikasi
Yordan berharap penerapan moderasi beragama berlangsung konsisten sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang inklusif dan harmonis. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, pendekatan ini berpotensi membentuk generasi yang lebih toleran dan menghargai keberagaman.
Langkah selanjutnya adalah memperkuat kapasitas guru melalui pelatihan dan penyusunan bahan ajar yang memasukkan nilai-nilai moderasi sebagai bagian dari pembiasaan sekolah.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Erma Susanti Hadiri HUT ke-11 Asosiasi BPD Tulungagung
Erma Susanti hadir pada HUT ke-11 Asosiasi BPD Tulungagung di Desa Sumberejo Kulon, mendorong kolaborasi dan...
PDIP Madiun Minta Evaluasi Desil Kesejahteraan agar Bantuan Tepat Sasaran
Anton Kusumo minta evaluasi desil kesejahteraan di Madiun agar bantuan sosial didasarkan pada penghasilan, b...
Fatatoh Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Budaya Politik Berintegritas
Fatatoh Hironi Ulya mengajak Pemuda Muhammadiyah membangun budaya politik berintegritas dan bertanggung jawa...
DPRD: Jatim Perkuat Pencegahan Usai Pengungkapan Besar Narkoba
DPRD Jatim mendesak penguatan pencegahan dan penegakan hukum setelah pengungkapan ganja 3,37 ton dan sabu 5,...
Peluncuran STAIM Al Muhsiny di Bangkalan Dorong Akses Pendidikan
Bupati Bangkalan meresmikan STAIM Al Muhsiny pada 1 Agustus 2026; kampus ini dibuka untuk memperluas akses p...
Musran PDI Perjuangan Ngawi dan Peresmian Kantor PAC Sine
DPC PDI Perjuangan Ngawi gelar Musran serentak di Sine (2/8/2026) dan meresmikan Kantor Sekretariat PAC Sine...