Barongan Kucingan Blitaran Diusulkan Jadi WBTB, Perkuat Pariwisata
Blitar, 3 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran agar ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Usulan diajukan dalam rangka melestarikan tradisi lokal dan memperkuat identitas daerah, pariwisata, serta perekonomian masyarakat.
Inisiatif pemerintah dan tujuan pengusulan
Bupati Blitar Rijanto menyampaikan komitmen pengusulan saat menghadiri Pagelaran Barongan Kucingan dalam rangka Hari Jadi Blitar ke-702 di Alun-Alun Lodoyo, Senin (3/8/2026). Ia menjelaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan modal untuk pembangunan daerah.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pegiat budaya dan masyarakat yang telah menjaga Barongan Kucingan tetap hidup. Pagelaran ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi upaya melestarikan, memperkenalkan, dan menguatkan identitas budaya khas Blitaran,”
Makna pelestarian bagi daerah
Rijanto menekankan peran kebudayaan sebagai pilar pembangunan. Tema Hari Jadi Blitar ke-702, Blitar Raharja, Blitar Kuncara, menurutnya mencerminkan upaya menjadikan kebudayaan sebagai sumber kekuatan sosial dan ekonomi.
“Budaya adalah kekuatan yang harus terus kita rawat agar tidak kehilangan akar dan jati diri,”
Dia berharap pengakuan WBTB dapat memperkuat perlindungan terhadap kesenian tradisional dan meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan lokal.
“Barongan Kucingan adalah kekayaan budaya Blitar yang harus kita jaga bersama. Saya berharap kesenian ini semakin dikenal luas, terus berkembang, dan menjadi warisan yang membanggakan bagi generasi mendatang,”
Pagelaran dan peserta
Pagelaran bertema “Cermin Budaya Blitar, Cita Rasa Bangsa Indonesia” menghadirkan unsur tradisi dalam format kolosal. Acara menampilkan satu maestro Barongan Kucingan Blitaran, satu pelestari, serta 70 penari pembarong yang menampilkan atraksi bersama.
Penampilan itu dimaksudkan sebagai simbol keberlanjutan tradisi lintas generasi. Selain hiburan, pagelaran berfungsi sebagai media edukasi budaya bagi pengunjung dan generasi muda.
Dampak ekonomi dan pariwisata
Pengakuan sebagai WBTB diharapkan membuka akses pendanaan, program pelestarian, dan promosi pariwisata. Hal ini berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberi ruang bagi pelaku budaya serta pelaku ekonomi kreatif lokal.
Dengan penguatan status budaya, pemerintah daerah juga bermaksud memfasilitasi pembinaan pegiat seni agar tradisi tetap hidup dan berkelanjutan.
Pengusulan Barongan Kucingan Blitaran ke daftar WBTB Nasional menjadi langkah konkret menjaga akar budaya sekaligus mengangkat potensi ekonomi budaya daerah. Proses penetapan selanjutnya akan mengikuti mekanisme pemerintah pusat untuk verifikasi dan pengakuan resmi.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Banyuwangi Raih Sidaya Awards 2026 untuk Program Lansia
Banyuwangi meraih Sidaya Awards 2026 atas program pemberdayaan lansia, termasuk 153 Sekolah Lansia dan 4.590...
Soekarno Run Blitar 2026: Hasto Ajak Generasi Muda Berani Berdikari
Hasto Kristiyanto dorong generasi muda berjiwa berdikari lewat Soekarno Run Blitar 2026; lomba 5K-10K dihara...
Hasto di Blitar: Pengorbanan Pahlawan Harus Jadi Kebijakan
Hasto ziarah ke makam Bung Karno di Blitar dan minta pengorbanan pahlawan diwujudkan lewat kebijakan yang ad...
Peziarah di Makam Bung Karno Tekankan Pentingnya Jas Merah
Peziarah di Makam Bung Karno, Blitar, menekankan pesan Jas Merah agar generasi muda tidak melupakan perjuang...
Subec Targetkan Jadi Destinasi Kreatif, Pemkot Siapkan Pendampingan
Wali Kota Eri Cahyadi mendorong Subec di eks Hi‑Tech Mall jadi destinasi wajib; Pemkot Surabaya beri pendamp...
Pulung Agustanto Gelar Jumat Berkah: Sembako dan Sarapan di Kediri
Pulung Agustanto membagikan sembako, uang saku, dan sarapan pada Jumat Berkah di Kediri, 6 November 2026 unt...