Gaya Hidup

Grebeg Besar Keraton Surakarta: Antusiasme Lintas Generasi

Bagikan:

Grebeg Besar di Keraton Surakarta kembali menarik perhatian masyarakat dari berbagai usia. Acara adat tahunan ini berlangsung selama dua hari dan dijadwalkan berlanjut pada Kamis, 28 Mei 2026 pukul 09.00 WIB di halaman Keraton Surakarta. Warga datang untuk mengalap berkah, memperkuat ikatan keluarga, dan meneruskan tradisi budaya.

Antusiasme keluarga dan anak-anak

Kanjeng Raden Mas Riya Arya Panji, yang biasa dipanggil Kanjeng Nuki, mengatakan masyarakat dari segala umur tetap rutin hadir. Kehadiran anak-anak kecil terlihat nyata sebagai tanda regenerasi dalam pengenalan budaya lokal. Meski sebagian mereka hanya diajak orang tua, kehadiran mereka menambah semarak prosesi.

"Kalau antusiasnya banyak juga sama anak-anak kecil. Meskipun sebatas diajak orang tuanya,"

Peran orang tua dalam prosesi gunungan

Menurut Kanjeng Nuki, posisi gunungan yang tinggi membuat anak-anak umumnya tidak bisa langsung berebut. Untuk itu, bagian isi gunungan kerap diambilkan orang tua bagi anak mereka. Praktik ini bukan sekadar mengambil hasil bumi; melainkan juga momen kebersamaan keluarga yang hangat.

Proses pengambilan dan pembagian isi gunungan menjadi ritual penting yang memperkuat hubungan antargenerasi. Orang tua berperan sebagai penanggung jawab sekaligus pengantar nilai-nilai adat kepada anak.

Perubahan partisipasi dan makna budaya

Kanjeng Nuki menilai partisipasi tidak lagi terbatas pada lingkungan keraton seperti masa lalu. Kini, semua lapisan umur datang untuk ikut serta dan mengalap berkah. Perubahan arus informasi dan akses budaya mendorong keterlibatan publik yang lebih luas.

"Saya harap masyarakat ikut meramaikan, memeriahkan agenda budaya ini yang penuh dengan nilai-nilai baik untuk kita,"

Jadwal dan harapan keraton

Panitia Keraton menyelenggarakan prosesi selama dua hari. Agenda pada Kamis, 28 Mei 2026 dimulai pukul 09.00 WIB dan diharapkan dihadiri seluruh lapisan masyarakat. Kanjeng Nuki berharap momentum ini dapat terus menjadi sarana penguatan nilai-nilai kebaikan dan persatuan warga.

Dengan hadirnya generasi muda dalam prosesi, tradisi Grebeg Besar berpotensi berlanjut secara berkelanjutan sebagai warisan budaya yang hidup dan inklusif.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait