FIFA Terapkan Gestur Anti-Rasisme di Piala Dunia 2026
FIFA resmi menetapkan gestur anti-rasisme yang akan digunakan pada Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkan Jumat, 5 Juni 2026, dan bertujuan memperkuat perlindungan pemain serta insan sepak bola dari pelecehan rasial.
Gestur resmi: bagaimana cara kerja
Pemain yang menjadi sasaran pelecehan rasial dapat memberi sinyal kepada wasit dengan menyilangkan pergelangan tangan membentuk huruf "X" di dada. Gestur ini berfungsi sebagai tanda resmi untuk mengaktifkan mekanisme penanganan rasisme yang disiapkan FIFA.
Prosedur tiga tahap
Setelah wasit menerima sinyal, wasit wajib menjalankan prosedur tiga tahap dari FIFA. Langkah-langkahnya dirancang untuk mengatasi insiden secara bertahap dan tegas.
- Penghentian sementara pertandingan dan peringatan resmi kepada penonton atau pihak yang melakukan pelecehan.
- Jika pelanggaran berlanjut, pemain dan ofisial dari tim yang menjadi korban akan keluar lapangan sementara pengawas kompetisi mengambil tindakan lanjutan.
- Sebagai langkah terakhir, pertandingan dapat dihentikan permanen atau dibatalkan jika situasi tidak dapat dikendalikan.
Dukungan penuh dan cakupan penerapan
Kebijakan ini mendapatkan dukungan bulat dari seluruh 211 asosiasi anggota FIFA. FIFA menyatakan mekanisme tersebut akan diterapkan secara luas dalam berbagai kompetisi yang diselenggarakan federasi.
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen Piala Dunia pertama yang akan sepenuhnya menerapkan kebijakan gestur ini sebagai bagian dari kampanye global melawan rasisme.
Tujuan dan pernyataan pimpinan
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menekankan bahwa langkah ini memberi kekuatan lebih kepada pemain untuk melawan diskriminasi. Ia menilai gestur resmi menjadi alat praktis dalam upaya pencegahan dan penanganan.
"Melawan rasisme adalah sesuatu yang harus kita lakukan bersama,"
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen organisasi untuk menindak keras segala bentuk pelecehan rasial di lapangan maupun di luar arena pertandingan.
Dengan penerapan gestur dan prosedur yang baku, FIFA berharap insiden rasisme dapat ditangani lebih cepat dan efektif. Kebijakan ini juga menjadi sinyal jelas bahwa sepak bola global menolak diskriminasi dalam bentuk apa pun.
Berita Terkait
Kevin Sanjaya: Masa Depan Ganda Putra Muda Indonesia Cerah
Kevin Sanjaya optimistis ganda putra muda Indonesia punya peluang besar setelah raih gelar dan sering melaju...
Hurricanes Menang 4-3 OT, Samakan Final Stanley Cup 1-1
Carolina Hurricanes atasi Vegas Golden Knights 4-3 lewat overtime pada Game 2 di Lenovo Center, 5 Juni 2026,...
TWS Rilis 'Dream With Us' Lagu Dukungan Resmi Timnas Korea
TWS rilis singel 'Dream With Us' sebagai lagu dukungan resmi Timnas Korea untuk Piala Dunia 2026; dirilis 11...
Putri Kusuma Wardani Terhenti di Perempat Final Indonesia Open 2026
Putri Kusuma Wardani kalah 21-13, 22-20 dari Chen Yu Fei di perempat final Indonesia Open 2026, Jumat 5 Juni...
Xabi Alonso Pertahankan Josh Acheampong sebagai Pilar Chelsea
Xabi Alonso menempatkan Josh Acheampong sebagai pemain strategis Chelsea untuk proyek pembangunan ulang skua...
Indonesia Short Course Emerging Series 2026 Perkuat Regenerasi Atlet
Short Course Emerging Series 2026 dibuka 4 Juni di GBK Jakarta untuk memperkuat pembinaan dan regenerasi atl...