6.409 Gempa Susulan Guncang Flores, BMKG: Aktivitas Masih Tinggi
BMKG mencatat telah terjadi 6.409 gempa bumi susulan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, hingga Senin 24 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Gempa susulan itu mengikuti gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang pada 15 Agustus 2026.
Data gempa dan dampak singkat
Dari 6.409 gempa susulan tersebut, kekuatan terbesar tercatat M6,2 dan yang terkecil M1,1. BMKG melaporkan ada 33 kejadian dengan magnitudo di atas 5, serta 139 gempa yang dirasakan masyarakat.
Beberapa kejadian susulan menimbulkan guncangan kuat dan dampak kerusakan. BMKG mencatat intensitas guncangan mencapai IV–VI MMI pada sejumlah peristiwa, termasuk gempa M5,6 pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dan dua kali M5,8 pada 20 Agustus pukul 05.45 dan 09.47 WIB.
Perkembangan aktivitas dan pola harian
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan aktivitas susulan belum menunjukkan penurunan yang jelas. Pada hari pertama tercatat 704 kejadian, lalu meningkat menjadi 746 pada hari kedua. Angka harian selanjutnya berkisar antara 668, 649, dan 627 kejadian.
"Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan," ujar Wijayanto, menambahkan bahwa pada hari keenam terjadi lonjakan menjadi 802 kejadian dalam 24 jam.
"Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,"
Pola spasial: klaster dan struktur tektonik
Analisis BMKG dan relokasi hiposenter menunjukkan sebaran gempa susulan tidak merata. Aktivitas membentuk beberapa klaster, dengan klaster terbesar berada di utara Nagekeo.
Sebaran tersebut memanjang mengikuti struktur Flores Back-arc Thrust, yang berperan penting dalam sistem tektonik kawasan. BMKG juga menemukan klaster lain di utara Kabupaten Manggarai, yang menunjukkan dinamika berbeda dari klaster utama.
Pemantauan, publikasi data, dan imbauan
BMKG menjalankan pemantauan seismik secara real-time 24 jam. Analisis rutin meliputi jumlah kejadian, magnitudo, lokasi sumber, serta perkembangan dan karakteristik sumber gempa.
Untuk keterbukaan informasi, BMKG memublikasikan pembaruan data gempa susulan dua kali sehari, yakni pada pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB. Masyarakat dianjurkan mengacu pada kanal resmi BMKG seperti laman resmi dan akun media sosial.
Perkembangan terbaru dan peta sebaran gempa dapat diakses di situs resmi BMKG:
- https://www.bmkg.go.id
- Media sosial resmi BMKG (Instagram, Facebook, WhatsApp Channel)
BMKG mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan segera mengikuti arahan keselamatan setempat.
Dengan pola aktivitas yang masih dinamis, BMKG memperkirakan rangkaian gempa susulan berpotensi berlanjut selama tiga sampai empat minggu ke depan dan terus memantau perkembangan di lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...