Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Simalungun, Tidak Sebabkan Kerusakan
SIMALUNGUN — Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Tenggara Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 17.54 WIB. Pemerintah kabupaten menyatakan gempa itu tidak menimbulkan dampak atau kerusakan yang membahayakan warga.
Pernyataan resmi Pemkab
Kepastian soal kondisi wilayah disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Meski pusat gempa berada di wilayah Kecamatan Sidamanik dan Pamatang Sidamanik, secara keseluruhan kabupaten tidak terdampak.
"Sejak adanya informasi terjadinya gempa bumi di wilayah Kabupaten Simalungun, kami telah melakukan pemantauan di setiap wilayah daerah ini, dan Kabupaten Simalungun tidak terdampak akibat gempa bumi tersebut,"
"Kami tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan nagori dalam memantau situasi,"
Langkah cepat BPBD
Pasca-gempa, Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan peninjauan dan pendataan menyeluruh. Pemantauan mencakup seluruh tingkat administrasi di kabupaten tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, menyampaikan pihaknya melakukan langkah-langkah taktis untuk memastikan kondisi aman.
- Melaporkan kondisi terkini kepada pimpinan daerah.
- Melakukan penilaian dan pengecekan menyeluruh pada lokasi berpotensi terdampak.
- Mengimbau Camat dan Kepala Nagori/Desa agar siaga terhadap kemungkinan gempa susulan.
Hasil pemantauan daerah
Pemantauan BPBD mencakup 32 kecamatan, 386 nagori/desa, dan 27 kelurahan. Hasilnya, tidak ditemukan dampak maupun kerusakan yang membahayakan masyarakat akibat gempa tersebut.
| Jenis Wilayah | Jumlah |
|---|---|
| Kecamatan | 32 |
| Nagori/Desa | 386 |
| Kelurahan | 27 |
Arahan untuk warga
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta selalu waspada dan siaga terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, serta mengikuti arahan aparat kecamatan dan nagori setempat.
Pemkab Simalungun menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi secara berkala. Aparat di tingkat kecamatan dan nagori diminta siaga guna menjaga keselamatan dan ketertiban masyarakat di wilayah terdampak potensial.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...