Soekarno Fun Run Jember: Kardus Dikumpulkan untuk Pemulung
JEMBER — Soekarno Fun Run 2026 di Jember, Minggu pagi sekitar pukul 10.30 WIB, tidak hanya diwarnai ribuan pelari, tetapi juga aksi pembersihan dan pengumpulan kardus bekas untuk disalurkan kepada pemulung. Panitia bersama Satgas PDI Perjuangan menyisir lintasan setelah lomba yang diikuti 1.127 peserta dari Banyuwangi, Probolinggo, Sidoarjo, hingga Jember.
Pembersihan lintasan segera dilakukan
Begitu garis finis sepi, panitia dan relawan langsung bergerak. Mereka membawa kantong plastik besar, membungkuk, dan memungut sampah sisa acara. Aksi ini berjalan tanpa sorak-sorai, tetapi penuh kesadaran lingkungan.
Yang dikumpulkan meliputi:
- Botol air mineral kosong
- Kemasan suplemen dan makanan
- Kardus-kardus logistik
Penyisiran dilakukan pada setiap sudut lintasan untuk memastikan jalan kembali bersih dan rapi seperti sebelum acara.
Kardus tidak dibuang, disalurkan ke pemulung
Selain sampah biasa, panitia memberi instruksi khusus: kardus bekas logistik jangan dibuang atau dihancurkan. Kardus-kardus itu dikumpulkan utuh dan ditumpuk di satu sudut lokasi.
Tujuannya sederhana namun penting. Kardus dianggap bernilai jual bagi para pemulung yang menggantungkan hidup pada barang bekas.
“Kami ingin memastikan setiap jengkal lintasan kembali bersih seperti semula,” kata Widarto.
Langkah ini memberi peluang pendapatan tambahan bagi keluarga yang mengumpulkan dan menjual kembali kardus. Nilainya mungkin hanya beberapa puluh ribu rupiah, namun bagi beberapa keluarga hal itu berarti tambahan untuk makan siang atau kebutuhan harian.
Dampak ekonomi bagi UMKM lokal
Selain aspek kebersihan dan bantuan untuk pemulung, acara ini juga memberi ruang ekonomi bagi pelaku UMKM setempat. Sejak pagi, para penjual kopi, makanan ringan, dan minuman merasakan peningkatan pembeli dari ribuan peserta.
Panitia menilai keberhasilan acara tidak hanya soal jumlah peserta atau megahnya panggung, tetapi juga bagaimana manfaat acara mengalir ke banyak pihak: sponsor, pelaku UMKM, dan warga pemulung.
Penutup: Perayaan yang meninggalkan manfaat
Menjelang siang, jalanan Jember kembali normal dan bersih. Tenda-tenda dibongkar dan peserta pulang ke kota masing-masing. Namun upaya menyisakan manfaat setelah acara menjadi pelajaran penting: sebuah perayaan terasa lebih bermakna ketika meninggalkan nilai bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Berita Terkait
Bojonegoro Peringati Bulan Bung Karno dengan Seni dan Sejarah
PDI Perjuangan Bojonegoro memperingati Bulan Bung Karno (13 Juni 2026) dengan puisi, gamelan, dan bedah seja...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Siap Resmikan Istana Gebang
Megawati berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar (14/6/2026) dan akan meresmikan Istana Gebang hasil renovas...
Soekarno Fun Run 2026: Rekor Baru, Pelari Gen Alpha, dan Hadiah Sepeda Listrik
Soekarno Fun Run 2026 di Jember diikuti 1.128 peserta, menghasilkan rekor putra, kejutan pelari Generasi Alp...
340 Pelajar Ikuti Festival Olahraga Tradisional di Ngawi
Ratusan pelajar SD-SMP ikut Festival Olahraga Tradisional di Ngawi, 14 Juni 2026, bagian dari Bulan Bung Kar...
DPRD Usul Kerja 24 Jam untuk Revitalisasi Jembatan Kaliombo I
DPRD Kediri minta percepat revitalisasi Jembatan Kaliombo I dengan kerja 24 jam dan jalur alternatif untuk k...
Eri Cahyadi: Copot Kepala Dinas jika Kelalaian Proyek Margorejo
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ancam sanksi hingga copot kepala dinas jika terbukti kelalaian pengamanan pro...