Festival Perempuan Pesisir di Slopeng Padati Pantai, Soroti Isu Kesejahteraan
SUMENEP — Ratusan pengunjung memadati Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep, pada Minggu siang (24/5/2026). Mereka menyaksikan Festival Perempuan Pesisir yang digelar Koalisi Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI). Acara ini dimaksudkan sebagai wadah ekspresi budaya sekaligus ruang advokasi bagi perempuan pesisir.
Rangkaian acara dan hiburan
Festival berlangsung meriah dengan beragam pertunjukan dan pameran. Penonton disuguhi tarian, musik tradisional, dan fashion show dari bahan daur ulang.
- Tarian 1000 Ombak Pesisir
- Musik tong-tong dan lagu tradisional
- Tarian anak pesisir bertema perahu layar
- Pameran alat tangkap tradisional
- Fashion show dari sampah daur ulang
Suara perempuan pesisir
Ketua Umum DPP KPPI, Rasinah, menyatakan festival menjadi ruang solidaritas. Ia menekankan bahwa kegiatan ini untuk menyuarakan persoalan yang sering luput dari perhatian.
"Perlindungan, kesejahteraan, dan perubahan iklim yang mereka hadapi selama ini tidak pernah benar-benar terlihat oleh masyarakat maupun pemerintah," jelas Rasinah.
Dukungan untuk pengembangan pariwisata
Andrie Dzulkarnain, Kabid Pariwisata Disbudporapar Sumenep, menyambut inisiatif tersebut. Menurutnya, festival berperan dalam pengembangan wisata budaya daerah dan pemberdayaan ekonomi lokal.
"Festival ini menjadi ruang ekspresi budaya, promosi wisata, sekaligus penguatan ekonomi kreatif perempuan pesisir Sumenep," kata Andrie.
Dia menambahkan harapan agar acara ini mampu menarik wisatawan Nusantara ke Sumenep.
Hadirnya pejabat daerah
Kegiatan itu dihadiri sejumlah pejabat dan pengurus terkait. Dari Disbudporapar hadir Kabid Kebudayaan Ach. Zaini dan Kabid Pemasaran Hendarti Anta Dewi.
Hadiri lain termasuk Camat Dasuk Wismadi Laksono serta Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumenep, Heru Ahmadi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lembaga terhadap upaya pelestarian budaya pesisir dan pemberdayaan perempuan.
Implikasi dan langkah ke depan
Festival ini membuka peluang penguatan ekonomi kreatif perempuan pesisir. Kegiatan juga mendorong pengakuan terhadap dampak perubahan iklim dan kebutuhan perlindungan sosial.
Ke depan, pengulangan dan pengembangan festival diharapkan meningkatkan kunjungan wisata serta mengintegrasikan isu-isu kesejahteraan perempuan pesisir dalam kebijakan daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wali Kota Minta Periksa Penggunaan Rp8 Miliar di KBS
Wali Kota Surabaya minta penyelidikan dugaan penggunaan dana Rp8 miliar di Kebun Binatang Surabaya dituntask...
Generasi Emas: Lebih dari Sekadar Makan Bergizi di Hari Anak
Menjelang Hari Anak Nasional, penulis mengingatkan: program makan bergizi penting, namun pendidikan bermutu...
Banyuwangi: 1.000+ Orang Bersihkan Pantai dalam Gerakan ASRI
Lebih dari seribu warga membersihkan Pantai Ancol Plengsengan, Banyuwangi, sebagai bagian dari Gerakan Indon...
DPRD Jember Minta Tindak Lanjut untuk Tata Kelola Pengadaan
Ketua Komisi B DPRD Jember dorong tindak lanjut rekomendasi MCP KPK agar UKPBJ verifikasi ketat dan pengadaa...
Puan: Pemenuhan Hak Anak Jadi Indikator Keberhasilan Pembangunan
Puan Maharani mendorong pemenuhan hak anak—pendidikan, kesehatan, perlindungan—jadi tolok ukur utama keberha...
Puan: Pemenuhan Hak Anak Jadi Indikator Keberhasilan Pembangunan
Puan Maharani minta pemenuhan hak anak jadi indikator keberhasilan pembangunan dalam peringatan Hari Anak Na...