DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Penyelenggaraan Haji 2026
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko meminta evaluasi menyeluruh atas penyelenggaraan haji 2026. Permintaan itu disampaikan pada 2 Juli 2026 untuk meningkatkan kualitas layanan jamaah Indonesia di musim haji mendatang.
Tiga fokus evaluasi
Singgih menyebut ada tiga aspek utama yang harus menjadi perhatian. Ketiganya terkait tata kelola layanan di Mina, penerapan persyaratan istitha'ah kesehatan, dan keterlambatan penerbangan jamaah.
- Tata kelola layanan di Mina
- Penerapan persyaratan istitha'ah kesehatan
- Delay penerbangan jamaah
"Tiga hal tersebut menjadi perhatian bersama antara Pemerintah Arab Saudi dan negara-negara pengirim jamaah, termasuk Indonesia. Evaluasi pasca-haji harus menjadi budaya perbaikan yang berkelanjutan,"
Tantangan layanan di Mina
Menurut Singgih, Mina masih menjadi tantangan utama karena kapasitas kawasan terbatas. Area itu harus menampung jutaan jamaah dalam periode singkat.
Ia menyoroti kebutuhan pengaturan mobilitas, penempatan tenda, distribusi logistik, dan manajemen arus jamaah. Menurutnya, semua itu perlu didukung sistem modern dan berbasis teknologi.
"Mina merupakan episentrum pelayanan haji. Selama kapasitas kawasan masih terbatas sementara jumlah jamaah terus meningkat, diperlukan inovasi tata kelola yang lebih adaptif,"
Istitha'ah dan pembinaan kesehatan
Singgih menekankan penerapan persyaratan istitha'ah harus objektif, transparan, dan sesuai standar medis. Tujuannya untuk melindungi keselamatan jamaah selama ibadah fisik yang berat.
"Haji merupakan ibadah fisik yang berat. Karena itu, istitha'ah harus menjadi instrumen perlindungan bagi jamaah, bukan sekadar persyaratan administratif,"
Ia juga mengusulkan pembinaan kesehatan bagi calon jamaah dilakukan jauh sebelum keberangkatan. Persiapan jangka panjang memberi kesempatan perbaikan kondisi fisik yang memadai.
Penanganan keterlambatan penerbangan
Soal delay, Singgih meminta evaluasi menyeluruh mulai dari kesiapan armada hingga koordinasi embarkasi dan layanan ground handling. Sistem mitigasi gangguan operasional juga harus diperkuat.
"Delay penerbangan tidak hanya berdampak pada jadwal perjalanan. Tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik jamaah dan kesiapan pelayanan di Arab Saudi,"
Tindak lanjut dan rekomendasi
Komisi VIII menyatakan akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar hasil evaluasi diikuti kebijakan konkret. Fokusnya pada peningkatan kapasitas, digitalisasi manajemen jamaah, dan standar medis yang jelas.
"Evaluasi penyelenggaraan haji 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola haji Indonesia agar semakin profesional, adaptif, berorientasi pada keselamatan jamaah. Dan mampu menjadi salah satu model pelayanan haji terbaik di dunia,"
Evaluasi komprehensif diharapkan menghasilkan langkah perbaikan berkelanjutan. Tujuannya agar layanan haji Indonesia lebih aman, teratur, dan siap menghadapi tantangan skala besar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI, Lima Kodam Diresmikan
Presiden Prabowo jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap, 5 Okt 2026; sekaligus meresmikan lima Ko...
Tanggal 5 Oktober: HUT TNI, Hari Guru, dan Hari Meningitis
5 Oktober 2026 menandai HUT ke-81 TNI, Hari Guru Sedunia, dan Hari Meningitis Sedunia beserta sejarah dan ma...
Kementerian PU Kirim Bantuan Air Bersih untuk Pulau Palue
Kementerian PU mengirim satu mobil tangki 4.000 L dan 24 hidran umum untuk atasi kekeringan di enam desa Pul...
Susunan Acara HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, Rangkaian Lengkap
Puncak HUT ke-81 TNI berlangsung di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, meliputi upacara, penganugeraha...
BGN Aktifkan 480 Dapur SPPG, Total Capai 27.022 Unit
BGN mengaktifkan 480 dapur SPPG di 16 provinsi, menambah total jadi 27.022 unit, dengan fokus perluasan ke w...
Patrialis: Sengketa Pilpres 2024 Seharusnya Sudah Kedaluwarsa
Patrialis Akbar menilai permohonan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan 2026 telah kedaluwarsa dan seharusnya...