Erick Thohir Ngaku Kurang Tidur karena Begadang Piala Dunia 2026
Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, mengakui sering mengantuk karena begadang menonton pertandingan Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan Jumat, 19 Juli 2026, usai pertemuan dengan Presiden di Hambalang, Bogor. Erick mengatakan hampir 70% laga ditontonnya karena tingkat keseruan yang tinggi.
Erick akui kurang tidur setelah begadang
Erick terbuka soal dampak kebiasaan menonton pertandingan pada pola tidurnya. Ia menyatakan pertandingan-pertandingan Piala Dunia sangat menarik sehingga sulit dilewatkan.
"Semua seru. Jadi ini nih terus terang kurang tidur karena nonton 70% pertandingan,"
Pengakuan itu muncul ketika Erick berbicara dengan wartawan setelah agenda resmi di Hambalang. Ia menyebutkan kondisi kurang tidur sebagai efek samping positif karena antusiasme pada turnamen.
Tim unggulan dan harapan untuk tim Asia
Selain cerita soal begadang, Erick juga memberi pandangannya mengenai kandidat juara. Ia menyorot beberapa tim tradisional yang menurutnya menunjukkan performa kuat hingga saat ini.
"Saya rasa Argentina masih jadi unggulan, Prancis masih jadi unggulan. Inggris kemarin main bagus,"
Sebagai harapan bagi benua Asia, Erick menyebut Jepang sebagai kandidat yang mungkin membuat kejutan dan mencapai delapan besar. Ia menekankan keinginannya melihat tim-tim Asia berkembang sejajar dengan Eropa dan Amerika Latin.
Erick merangkum tim-tim yang ia jagokan dalam poin berikut:
- Argentina
- Prancis
- Inggris
- Jepang (harapan dari Asia)
John Herdman tetap fokus pada timnas Indonesia
Sementara itu, pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, memilih menahan diri untuk tidak mengikuti banyak pertandingan Piala Dunia. Herdman menyatakan prioritasnya terpaku pada persiapan tim Garuda.
"Saya belum sempat menonton Piala Dunia, saya fokus bekerja demi memastikan kami melakukan segalanya agar bisa lolos. Cuma itu yang ada di pikiran saya saat ini,"
Herdman menegaskan seluruh perhatian dan waktunya dicurahkan untuk memajukan performa timnas, sehingga pengalaman menonton turnamen internasional harus ditunda sementara.
Implikasi dan prospek ke depan
Pengakuan tokoh olahraga seperti Erick menunjukkan antusiasme tinggi publik Indonesia terhadap Piala Dunia 2026. Selain meningkatkan minat menonton, pernyataan itu juga memberi sorotan pada harapan kemajuan sepak bola Asia, termasuk Indonesia.
Ke depan, observasi terhadap performa tim besar dan persiapan timnas Indonesia akan menjadi sorotan, terutama menjelang kualifikasi dan turnamen regional berikutnya.
Berita Terkait
Sabalenka Balikkan Keadaan, Lolos Semifinal Berlin 2026
Aryna Sabalenka comeback dari ketertinggalan untuk kalahkan Nikola Bartunkova 2-6, 7-6(2), 6-4 dan lolos ke...
Brasil Bungkam Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026
Brasil menang 3-0 atas Haiti di Grup C Piala Dunia 2026 di Philadelphia. Matheus Cunha (2) dan Vinicius Juni...
Pelita Jaya Bangkit, Menang 90-87 atas Bogor Hornbills
Pelita Jaya menang dramatis 90-87 atas Bogor Hornbills di Game 1 Final IBL 2026 setelah laga berlanjut ke ov...
Muhammad Yusuf Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
Muhammad Yusuf ke semifinal Macau Open 2026 usai kalahkan Ng Ka Long Angus 22-24, 21-16, 21-15 dalam laga 78...
Maroko 1-0 Skotlandia: Saibari Bawa Kemenangan
Maroko menundukkan Skotlandia 1-0 berkat gol cepat Ismael Saibari di Gillette Stadium, 20 Juni 2026.
Türkiye Waspadai Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Türkiye bertemu Paraguay di San Francisco, 20 Juni 2026; kemenangan krusial untuk menjaga peluang lolos dari...