Olahraga

EPA Jadi Jalur Pembentukan Timnas, Bukan Sekadar Kompetisi

Bagikan:
Ilustrasi pemain muda EPA berlatih sebagai bagian pembinaan menuju Timnas

Elite Pro Academy (EPA) kini diarahkan bukan hanya sebagai ajang kompetisi usia muda, tetapi juga sebagai jalur pembentukan pemain Timnas. Pernyataan itu disampaikan Direktur Teknik I.League, Asep Saputra, dalam diskusi bersama media di kantor I.League, Sudirman, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026. Perubahan ini dimaksudkan untuk memperkuat kesinambungan pembinaan dan memberikan ruang bagi pemain berkembang bersama dalam satu sistem.

Perubahan fokus pembinaan

Asep menjelaskan bahwa pergeseran arah EPA berlangsung secara bertahap. Fokus utama adalah membangun kontinuitas pembinaan, bukan sekadar menilai performa individu pada satu musim.

Menurut Asep, kebutuhan saat ini adalah menciptakan lingkungan di mana pemain muda bisa tumbuh bersama, memahami pola permainan yang sama, dan membangun chemistry antarpemain.

Kalau bicara tim, bagaimana mereka bermain bersama, lama, kompetitif, dan terus ada chemistry. Itu salah satu upaya yang kita lakukan

Garuda United: ruang pengembangan kelompok usia

Salah satu langkah konkret adalah pembentukan Garuda United. Tim ini dirancang sebagai ruang pengembangan untuk kelompok usia muda agar mendapat pengalaman bermain dalam level yang lebih menantang.

Asep menyebut contoh praktis model ini dari musim lalu. Kelompok usia 16–17 tahun diberi kesempatan tampil di kategori usia lebih tinggi untuk mempercepat proses adaptasi dan perkembangan.

Musim lalu juga ada tim Garuda United, sebetulnya kategori usianya 16–17 tapi berkompetisi di 18

Kolaborasi pelatih dan jalur promosi pemain

I.League membuka komunikasi dengan pelatih dari berbagai level kompetisi untuk memastikan jalur promosi tetap tersedia bagi pemain muda. Langkah ini dimaksudkan agar pembinaan di EPA berujung pada peluang nyata menuju tim senior.

Asep menilai dukungan pelatih senior menjadi kunci. Ia mencontohkan komitmen pelatih tim senior terhadap penempatan pemain muda yang siap tampil di level lebih tinggi.

Coach John Herdman menyampaikan, andai bisa memberikan pemain U-17 yang bagus, dia siap untuk mengorbitkan dengan cepat

Implikasi dan prospek

Dengan arah baru ini, EPA berperan ganda: sebagai kompetisi dan sebagai bagian dari strategi pembangunan Timnas. Model seperti Garuda United diharapkan mampu mempercepat transisi pemain muda ke level senior dan memperkaya stok pemain berpengalaman dalam satu sistem permainan.

Ke depan, keberhasilan pendekatan ini akan bergantung pada konsistensi program, sinergi antar-pelatih, dan kesempatan bermain yang nyata bagi talenta muda.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait