Warga Deliserdang Desak Kelanjutan Program Makanan Bergizi Gratis
LUBUKPAKAM — Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Makanan Bergizi Gratis melakukan aksi damai di halaman Kantor Bupati Deliserdang pada Senin (22/6). Mereka menuntut agar kebijakan Makanan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto dilanjutkan, karena dinilai memberi manfaat besar bagi balita, anak sekolah, ibu hamil, petani, dan pelaku UMKM.
Aksi damai dan tuntutan
Massa bergantian menyampaikan orasi dan pernyataan sikap di depan kantor bupati. Mereka juga meminta Pemkab Deliserdang menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat.
"Kami sangat terbantu dengan adanya program ini khususnya dalam hal pemenuhan gizi yang terjamin bagi anak, begitu juga bagi petani, peternak dan pelaku UMKM," tegas Hendrik, perwakilan Forum Masyarakat Peduli MBG.
Hendrik menambahkan bahwa program itu membuka lapangan kerja di tengah sulitnya mencari pekerjaan di Kabupaten Deliserdang. Ia mendesak pemerintah daerah untuk menyampaikan harapan warga kepada Presiden.
"Dengan adanya program MBG ini tentu akan semakin banyak pula masyarakat yang akan dipekerjakan sehingga bisa membantu perekonomian keluarganya," ujar Hendrik.
Seruan penegakan hukum
Dalam orasinya, perwakilan massa mendesak agar aparat menindak oknum yang mengganggu atau menyalahgunakan program. Mereka menuntut penegakan hukum terhadap pelanggar yang terbukti.
"Bagi yang tidak tertib MBG-nya silahkan diperiksa, bagi yang memang terbukti melanggar hukum kami mendukung penuh aparat penegak hukum untuk ditindak pidana," kata Hendrik.
Tanggapan pemerintah daerah
Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo, menerima aspirasi massa bersama Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM. Ia menegaskan komitmen daerah untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan upaya pengentasan stunting.
"Alhamdulillah hari ini dapur bergizi sudah bergulir, alhamdulillah anak-anak sudah mendapatkan proses gizi yang baik di sekolah-sekolah," kata Lom Lom Suwondo.
Wabup menjelaskan pemerintah daerah tidak bisa bergerak sendiri dan membutuhkan kerja sama seluruh komponen masyarakat untuk menuntaskan masalah gizi buruk dan stunting.
"Kalau ditanya bagaimana seorang Lom Lom Suwondo menyikapi MBG ini, maka saya menjawab bahwa MBG harus dilanjutkan," tambah Wabup.
Penutup: lanjutkan dialog
Usai mendengar penjelasan, massa membubarkan diri secara tertib dan melanjutkan aksi serupa ke Kantor DPRD Deliserdang. Mereka berharap pemerintah daerah menyampaikan aspirasi ke pusat agar program MBG berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Investasi Nagan Raya: Kontributor Terbesar Aceh, Rp336 Miliar
Nagan Raya jadi penyumbang investasi terbesar Aceh: Rp336,18 miliar (Triwulan IV 2025) dan terus bertumbuh p...
Polres Padanglawas Sita Puluhan Slop Rokok Ilegal di Hasahatan Jae
Satreskrim Polres Padanglawas menggerebek rumah di Hasahatan Jae dan menyita puluhan slop rokok tanpa pita c...
Gebyar Patuh Pajak Medan 24-25 Juni: Samsat Keliling & Hadiah
Bapenda Medan gelar Gebyar Patuh Pajak 24-25 Juni di Centre Point Mall; layanan Samsat Keliling dan hadiah b...
Lamsihar Raih Magister Teknologi Informasi dengan IPK 4.00
Lamsihar Banjarnahor lulus MTI di Universitas Panca Budi Medan dengan IPK 4.00 setelah perjalanan hidup penu...
Polda Aceh Gelar Lomba Stand Up Comedy Sambut Hari Bhayangkara
Polda Aceh menggelar Lomba Stand Up Comedy bertema Polri Semakin Dicintai pada 22 Juni 2026 untuk merayakan...
Tokoh Sumut Minta Porsi DBH Sawit Ditingkatkan di Era B50
Tokoh pemuda Sumut dukung B50 namun minta peningkatan porsi DBH Sawit agar daerah penghasil sawit mendapat m...