Iskandar Dorong Pengembangan UMKM dan Souvenir Khas Simeulue
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Daerah Pemilihan 10 dari Partai Golkar, Iskandar, menyerap aspirasi warga Desa Air Dingin saat reses tahap II tahun 2026 di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Minggu (25/5). Pertemuan itu menyorot kebutuhan pembangunan infrastruktur, bantuan alat tangkap nelayan, dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta produk souvenir khas daerah.
Reses: warga sampaikan kebutuhan prioritas
Kegiatan reses dihadiri Kepala Desa Air Dingin, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku UMKM, dan warga setempat. Suasana dialog berlangsung hangat dan antusias karena warga mendapat kesempatan langsung menyampaikan keluhan dan usulan pembangunan.
Dalam pertemuan tersebut warga menyorot beberapa kebutuhan mendesak, antara lain:
- Peningkatan dan perbaikan infrastruktur desa.
- Bantuan sarana tangkap bagi nelayan.
- Pengembangan UMKM dan akses pemasaran produk lokal.
Usulan pengembangan produk lokal dan gerai souvenir
Salah satu topik utama adalah pengembangan produk UMKM lokal menjadi oleh-oleh khas Simeulue. Para pelaku usaha menginginkan adanya wadah pemasaran dan pelatihan untuk meningkatkan mutu produk serta kemasan.
Seorang pengrajin setempat, Daliati, menjelaskan potensi produk desa:
"Kami punya anyaman pandan, kuliner, kain tenun sederhana, serta souvenir lainnya. Tapi belum ada wadah dan pelatihan agar produk-produk ini bisa menjadi oleh-oleh khas yang layak dipasarkan."
Para pemuda menambahkan bahwa keberadaan gerai souvenir diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi sektor pariwisata yang sedang berkembang di Simeulue. Hal ini dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Respons Iskandar: dukungan pelatihan hingga anggaran
Menanggapi masukan warga, Iskandar menilai penguatan UMKM dan produk khas daerah merupakan strategi penting untuk menggerakkan ekonomi lokal. Ia berjanji akan mendorong pendampingan teknis dan akses pemasaran.
"UMKM dan souvenir khas adalah salah satu jalan untuk menghidupkan ekonomi masyarakat. Jika didukung pelatihan, pengemasan yang baik, dan akses pemasaran yang memadai, produk lokal Air Dingin memiliki peluang besar untuk berkembang," kata Iskandar.
Iskandar menyatakan akan mengupayakan langkah konkret, termasuk mendorong instansi terkait memberi pelatihan desain produk, pengemasan, dan pemasaran digital. Ia juga berkomitmen memperjuangkan dukungan anggaran untuk pembangunan galeri atau gerai UMKM melalui pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).
Dukungan desa dan tindak lanjut
Kepala Desa Air Dingin, Ismadi Alamsyah, menyambut baik perhatian tersebut. Ia menegaskan warga siap mengikuti program pendampingan yang berkelanjutan untuk meningkatkan penghasilan dan memperkuat ekonomi lokal.
"Kalau ada pendampingan, penghasilan masyarakat pasti meningkat. Kami siap bergerak dan mendukung program tersebut," ujar Ismadi.
Di akhir reses, Iskandar menegaskan seluruh aspirasi akan diawal hingga tingkat provinsi. Ia memastikan usulan tidak berhenti sebagai catatan, melainkan ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat Desa Air Dingin.
Catatan: Aspirasi warga yang terkumpul akan menjadi bahan perjuangan di tingkat provinsi dan dipantau hingga realisasi program.
Berita Terkait
Wali Kota Wesly Apresiasi Konferensi Muslimat NU Pematangsiantar
Wali Kota Wesly memberi apresiasi pada Muslimat NU Pematangsiantar saat membuka Konferensi IV, mendorong sin...
Polres Sergai Musnahkan 100,03 g Sabu dan 19 Pil Ekstasi
Polres Sergai memusnahkan 100,03 gram sabu dan 19 pil ekstasi hasil tangkapan terhadap tersangka MY pada 25...
Dauli Damanik Terpilih Kembali sebagai Ketua PD Al-Washliyah Sergai
H. Dauli Damanik terpilih kembali memimpin PD Al-Washliyah Sergai untuk periode 2026–2031 setelah Musda V di...
Sumut Siap Gelar Piala AFF U-19 2026, Tamu Internasional Mulai Tiba
Pemprov Sumut dan PSSI menyatakan kesiapan penuh menjelang Piala AFF U-19 2026; tim dan ofisial internasiona...
Tiga Terdakwa Korupsi BBM Medan Polonia Dituntut 2 Tahun
Tiga pegawai Kecamatan Medan Polonia dituntut dua tahun penjara dan wajib membayar uang pengganti total Rp33...
Polres Binjai Ungkap 13 Kasus Narkoba, 15 Tersangka Diamankan
Satresnarkoba Polres Binjai mengungkap 13 kasus narkoba pada 12–24 Mei 2026, mengamankan 15 tersangka dan me...