Kemensos Perkuat Perlinsos Lewat Digitalisasi Bansos
Kementerian Sosial memperkuat sistem perlindungan sosial dengan pemutakhiran data, digitalisasi pengajuan bantuan, dan peningkatan peran masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Andy Kurniawan, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, saat Diskusi Metodologi Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan di Jakarta, Jumat 11 September 2026. Pemerintah menargetkan lebih dari 50 juta keluarga masuk ke sistem digitalisasi bansos hingga akhir 2026 sebagai dasar penyaluran bantuan pada 2027.
Pemutakhiran data sebagai dasar penyaluran
Andy menegaskan data menjadi dasar penting dalam menyalurkan bantuan sosial. Pemerintah akan terus memperbarui informasi karena kondisi sosial ekonomi keluarga dapat berubah seiring waktu. Untuk itu dibangun dynamic social registry agar perubahan tercatat secara berkelanjutan.
"Wilayah Kementerian Sosial adalah bagaimana menggunakan data untuk menyalurkan bantuan sosial,"
Digitalisasi pengajuan bantuan dan mekanisme asesmen
Kemensos mendorong pengajuan bantuan berbasis digital menggunakan nomor identitas dan biometrik, yang kemudian dicocokkan dengan data administrasi lain seperti DTSEN. Sistem diarahkan pada mekanisme berbasis permintaan (on demand) sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat mengajukan bantuan, lalu dilakukan pemeriksaan kelayakan.
"Yang butuh silakan minta,"
Meski begitu, proses pendaftaran elektronik tetap disertai asesmen untuk menentukan kelayakan penerima. Target penggunaan sistem digital untuk penyaluran bansos ditetapkan pada 2027.
Agen Perlinsos dan peran masyarakat
Untuk menjangkau warga yang terkendala akses teknologi, Kemensos mendorong keterlibatan masyarakat melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga dan pembentukan Agen Perlinsos. Agen ini berfungsi membantu pendaftaran dan memasukkan data warga ke sistem.
- RT/RW
- Pendamping sosial
- PKK, kelompok pengajian, dan arisan
- Wartawan dan Babinsa
"Agen itu siapa? Orang lain yang bisa membantu orang lain untuk masuk dan mendaftarkan bantuan sosial,"
Andy menegaskan bahwa siapa pun yang mampu membantu dapat menjadi Agen Perlinsos untuk memudahkan akses warga di lingkungan mereka.
Target implementasi dan keterbukaan masukan
Kemensos menargetkan lebih dari 50 juta keluarga terdaftar di sistem digitalisasi bansos hingga akhir 2026. Angka ini adalah jumlah keluarga yang masuk ke data, bukan jumlah penerima bantuan. Pemerintah membuka ruang masukan publik untuk menyempurnakan model pemutakhiran data, digitalisasi, dan partisipasi masyarakat.
"Pemerintah terbuka untuk menyempurnakan model-model ini,"
Dengan pemutakhiran data yang berkelanjutan, digitalisasi proses pendaftaran, dan peran aktif Agen Perlinsos, diharapkan sistem perlindungan sosial menjadi lebih responsif dan tepat sasaran pada pelaksanaan 2027.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional
Kapolri Listyo Sigit hadir pada pembukaan pameran Nasirun "Bersimpuh di Kaki Para Guru" di Galeri Nasional,...
Kemensos, BPS dan Celios Bahas Polemik Desil dan Ketepatan Bansos
Kemensos, BPS, dan Celios menggelar diskusi di Jakarta (11 Sep 2026) untuk membahas polemik desil, keterbata...
Kemensos Siapkan PPSE Rp5 Juta per Keluarga untuk Klungkung
Kemensos siapkan PPSE untuk Klungkung dengan dukungan modal Rp5 juta per keluarga untuk mengembangkan usaha...
Brimob Jateng Salurkan 485 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Kekeringan
Brimob Polda Jateng menyalurkan 485.000 liter air bersih kepada 2.950 warga terdampak kekeringan pada 5 dan...
Wamensos: Sekolah Rakyat Harus Dikawal Ketat sebagai Program Nasional
Wamensos Agus Jabo minta Sekolah Rakyat dikawal ketat dan diawasi sejak hulu hingga hilir agar manfaat progr...
Kemensos Dukung Perluasan Perlinsos Digital ke 258 Daerah
Kemensos dukung perluasan uji coba Perlinsos Digital ke 258 daerah untuk mempercepat dan menepatkan penyalur...