BI Minta Pelaku Pasar Tak Panik Usai Perry Mundur
Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, meminta pelaku pasar agar tidak panik merespons pengunduran diri Perry Warjiyo pada 26 Juli 2026. Pernyataan itu disampaikan Destry dalam konferensi pers di Jakarta, 28 Juli 2026, setelah pemerintah menunjuknya sebagai pejabat sementara.
Respons cepat BI setelah pengunduran diri
Pengunduran diri Perry langsung diikuti dengan penunjukan Destry sebagai pejabat sementara oleh pemerintah. Menurut Destry, pergantian pimpinan bersifat administratif dan tidak akan mengganggu pelaksanaan tugas Bank Indonesia.
Ia menegaskan bahwa BI akan terus menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.
Penegasan soal kebijakan dan intervensi pasar
Destry menekankan fokus BI pada stabilitas nilai tukar Rupiah dan keberlanjutan kebijakan moneter. Ia juga menyebutkan langkah-langkah operasional yang akan tetap digunakan untuk merespons dinamika pasar.
"Untuk market ya, tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa?, karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya,"
Sebagai bagian dari upaya stabilisasi, Destry menyatakan BI akan tetap aktif di pasar melalui beberapa instrumen, antara lain:
- Intervensi di pasar spot
- DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward)
- NDF (Non-Deliverable Forward)
Dukungan untuk pertumbuhan ekonomi
Selain stabilitas nilai tukar, Destry menyebutkan BI akan melanjutkan kebijakan yang bersifat pro growth. Dukungan ini akan diwujudkan melalui kebijakan makroprudensial yang sudah diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur sebelumnya.
"Stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini, sehingga kami juga akan terus berada di pasar baik dengan melalui intervensi di spot, DNDF dan NDF. Dan juga tentunya di satu sisi juga, kebijakan kami yang bersifat untuk pro growth, akan kami teruskan melalui kebijakan makropredensial kami,"
Destry menegaskan bahwa kepemimpinan di Bank Indonesia berjalan secara kolektif kolegial, sehingga keputusan kebijakan tetap berdasarkan rapat dewan dan mekanisme internal BI.
Implikasi dan pandangan ke depan
Pernyataan pejabat sementara ini bertujuan menenangkan pasar dan memastikan kesinambungan kebijakan BI. Dengan penegasan akan kelanjutan intervensi pasar dan kebijakan pro-pertumbuhan, pasar diharapkan tidak bereaksi berlebihan terhadap pergantian pimpinan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...