Danantara Akuisisi Kurang 1% Saham GoTo, Ikut Dorong Pembatasan Komisi
Jakarta. Dana investasi negara Danantara mengonfirmasi pembelian saham GoTo kurang dari 1% pada Selasa malam, seiring rencana pemerintah menurunkan komisi pengemudi dari 20% menjadi 8%.
Rincian pembelian saham
Pejabat Danantara dan GoTo menyatakan transaksi dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia. Jumlah pastinya tidak diungkapkan, namun GoTo menegaskan nilai pembelian berada di bawah 1% dari total saham beredar.
"We understand that Danantara has purchased a number of the company’s shares through the exchange in an amount less than 1% of the [company’s] total issued shares," R.A. Koesoemohadiani, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GoTo, mengatakan.
Dorongan kebijakan komisi driver
Pembelian ini terjadi ketika pemerintah berjanji pada May Day untuk memangkas tarif komisi aplikasi ride-hailing menjadi 8% dari semula 20%. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan pendapatan bersih jutaan pengemudi mitra Gojek.
Seorang pejabat dekat pemerintahan, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut pemerintah, melalui Danantara, membeli saham di perusahaan ride-hailing guna mendukung realisasi kebijakan tersebut.
Respons GoTo dan rencana Danantara
GoTo menyambut investasi tersebut dan menilai langkah itu sebagai cerminan kepercayaan jangka panjang terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan mengatakan masih menunggu salinan dan rincian peraturan presiden yang akan mengatur perubahan komisi.
"So that the company can subsequently conduct a holistic assessment and plan the most suitable business plan to implement the relevant provisions," tambah Koesoemohadiani.
Sementara itu, Bos Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi pembelian saham tetapi tidak merinci jumlah. Ia mengatakan pihaknya berencana untuk "gradually increase" kepemilikan secara bertahap.
Dampak dan langkah selanjutnya
Jika komisi ditetapkan pada 8%, penghasilan bersih pengemudi diperkirakan meningkat signifikan. Namun, GoTo menegaskan perlunya penelaahan menyeluruh untuk menyesuaikan rencana bisnis dan model operasionalnya.
- Perusahaan menunggu rincian resmi regulasi dari pemerintah.
- Danantara menyatakan niat menambah kepemilikan secara bertahap.
- Impak jangka pendek: peningkatan pendapatan pengemudi jika komisi dipangkas.
GoTo sendiri merupakan entitas hasil penggabungan antara Gojek dan Tokopedia. Perkembangan kepemilikan Danantara dan detail peraturan resmi akan menentukan langkah korporasi dan pasar dalam beberapa pekan mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapal Antariksa LINK Alami Kendala, Misi Penyelamatan Swift Tertunda
Kapal antariksa LINK alami gangguan orientasi, dua roda reaksi tak berfungsi dan misi kenaikan orbit Swift d...
BINUS Luncurkan Beasiswa BINUS Scholarship 2027/2028 untuk Talenta Muda
BINUS University meluncurkan BINUS Scholarship 2027/2028 untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi talenta...
Yarsi Terima Hibah Laboratorium Rp5,9 Miliar untuk Riset
Universitas Yarsi terima hibah peralatan laboratorium Rp5,9 miliar pada penutupan Dies Natalis ke-59 untuk m...
Yarsi Bangun Laboratorium Terapi Sel Senilai Rp40 Miliar
Universitas Yarsi membangun laboratorium terapi sel hampir Rp40 miliar untuk riset stem cell, eksosom, PRP,...
Universitas Yarsi Naik ke Peringkat 601 Dunia versi THE Impact
Universitas Yarsi naik ke peringkat 601 THE Impact, didorong akreditasi Unggul dan hibah Rp5,9 miliar untuk...
UNJ Kembangkan Model Pengasuhan Positif untuk Keluarga Urban
UNJ kembangkan model pengasuhan positif berbasis riset untuk keluarga urban, dilaksanakan 16 Juni–16 Juli 20...