Cakap Melayu: Mahasiswa LP3I Hidupkan Budaya Melayu di Medan
MEDAN — Mahasiswa Politeknik LP3I Medan angkatan 2024 menggelar event "Cakap Melayu: Bersua Kata, Bersatu Budaya" di Kampus Marelan untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa dan tradisi Melayu. Kegiatan ini lahir dari kolaborasi antara Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik LP3I Medan, Medan Heritage, Musperin, dan difasilitasi oleh Malay Creative Project sebagai bentuk upaya pelestarian budaya melalui edukasi dan pertukaran gagasan.
Ringkasan acara
Event tersebut menjadi wadah pertemuan lintas elemen—mahasiswa, akademisi, komunitas, dan pemerhati budaya—untuk membahas nilai-nilai, adat, dan sejarah Melayu. Pelaksanaan acara merupakan bagian praktik mata kuliah MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) bagi mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis angkatan 2024.
Pernyataan penyelenggara
Ketua pelaksana, Winne Auliya, menekankan bahwa kegiatan ini adalah aplikasi langsung dari pembelajaran kampus. Ia menyatakan bahwa mahasiswa dilibatkan sejak perencanaan hingga eksekusi, termasuk koordinasi sponsor dan publikasi.
“Kegiatan ini lahir sebagai bentuk implementasi pembelajaran mata kuliah MICE yang diampu oleh dosen kami, Ibu Desy Zulfiani, S.Sos. Melalui event ini, kami tidak hanya mempelajari konsep dan teori penyelenggaraan di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengaplikasikan ilmu tersebut secara nyata—mulai dari tahap perencanaan, koordinasi, publikasi, kerja sama sponsor, hingga eksekusi acara.”
Koordinator acara dari Medan Heritage, Dian, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa bahasa dan budaya Melayu merupakan akar penting identitas Kota Medan dan keterlibatan generasi muda sangat krusial.
“Medan Heritage sangat mendukung kolaborasi ini. Melalui ‘Cakap Melayu’, kita diingatkan kembali bahwa bahasa dan kebudayaan Melayu merupakan akar serta identitas penting Kota Medan.”
Peran fasilitator dan peserta
Malay Creative Project berperan memfasilitasi agar rangkaian diskusi, edukasi, dan penampilan budaya tersaji secara kreatif dan komunikatif. Acara dihadiri berbagai pihak, antara lain:
- Tokoh dan pemerhati budaya
- Akademisi dan narasumber
- Moderator dan komunitas seni-budaya
- Publik umum yang tertarik pada pelestarian budaya
Kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas, sponsor, dan media menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pesan pelestarian budaya Melayu.
Pelestarian budaya lewat edukasi dan kolaborasi
Melalui sesi diskusi interaktif, peserta diajak mengenal lebih dalam aspek bahasa, adat, dan nilai-nilai luhur Melayu. Pendekatan inklusif yang melibatkan generasi muda dipandang sebagai strategi penting agar tradisi tetap relevan di era globalisasi.
Acara ini memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya tanggung jawab akademisi atau komunitas tertentu, melainkan hasil sinergi berbagai pihak yang berkomitmen menjaga warisan lokal.
Tentang Cakap Melayu
Cakap Melayu adalah program kebudayaan dan edukasi yang bertujuan memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan bahasa serta tradisi Melayu. Kegiatan ini menghadirkan ruang dialog antar tokoh budaya, generasi muda, komunitas, dan pemangku kepentingan yang peduli terhadap keberlangsungan warisan budaya Melayu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Angin Kencang Landa Aceh Besar, 7 Kejadian Pohon Tumbang
BPBD Aceh Besar tangani tujuh kejadian akibat angin kencang pada 7 Agustus, didominasi pohon tumbang dan sat...
DPRD Minta Rehab Pustu Labuhan Deli Jadi Prioritas 2026
Anggota DPRD Medan, Tia Ayu Anggraini, mendesak rehab Pustu Labuhan Deli karena gedung rusak, material dijar...
Lampu Jalan Padam di Santan-Ingin Jaya, Warga Minta Perbaikan
Lampu PJU di ruas Banda Aceh–Medan dekat Santan dan Meunasah Krueng sudah lama padam; warga minta perbaikan...
Polsek Siantar Utara Bagikan Sembako dan Bendera Sambut HUT RI ke-81
Polsek Siantar Utara membagikan sembako dan bendera merah putih di Jalan Nagur untuk menyemarakkan HUT RI ke...
Fasilitas Hilang di Taman Meuraxa, DPRK Minta Pemulihan Cepat
Sejumlah fasilitas bermain di Taman Meuraxa hilang; DPRK Banda Aceh meminta pemulihan cepat dan penguatan pe...
SBA Serahkan Program Ketahanan Pangan untuk Petani Lhoknga
PT SBA serahkan Program Ketahanan Pangan untuk kelompok tani di Lhoknga, Aceh Besar, bagian dari CSR untuk m...