BYD M6 DM Irit 65 km per Liter, Solusi Hadapi Harga BBM
JAKARTA, 19 Mei 2026 — BYD meluncurkan M6 DM dengan klaim konsumsi bahan bakar yang sangat efisien, mencapai 1 liter untuk 65 km. Produk ini dihadirkan sebagai jawaban atas kenaikan harga BBM dan untuk mendukung mobilitas masyarakat Indonesia.
Klaim efisiensi dan jangkauan
BYD menyebutkan bahwa M6 DM mampu menghasilkan kombinasi efisiensi tinggi dan jangkauan jauh. Selain konsumsi 65 km/L, mobil ini diklaim dapat menempuh hingga 1.800 km dengan satu kali pengisian baterai dan tangki bahan bakar.
Teknologi DM 5.0 dan filosofi electric-first
Generasi terbaru M6 memakai arsitektur DM 5.0 Next-Gen Core. Arsitektur ini merupakan pengembangan dari platform hybrid BYD sejak 2008. M6 DM menggabungkan mesin pembakaran dalam dan motor listrik, namun menitikberatkan pada filosofi electric-first.
Dengan pendekatan electric-first, motor listrik menjadi sumber tenaga utama. Hal ini memberi karakter berkendara yang responsif, lebih senyap, dan efisien. Mode operasional dapat beralih sepenuhnya ke listrik untuk pengalaman berkendara EV di area perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.
Keunggulan teknis dan daya tahan
BYD juga menyorot efisiensi termal mesin M6 DM yang mencapai 46,06%. Angka ini diklaim meningkatkan daya tahan komponen kendaraan. Selain itu, arsitektur powertrain yang direkayasa ulang ikut menambah ketahanan pakai parts.
Perawatan lebih panjang
Menurut Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia, M6 DM memiliki interval perawatan lebih panjang dibanding mobil ICE konvensional. Ia menjelaskan bahwa mesin tidak bekerja seberat mesin ICE sehingga perawatan bisa lebih lama.
"Salah satu kelebihan dari teknologi yang kita kembangkan adalah masa perawatan yang lebih panjang hingga dua kali mesin ICE yang ada, hal ini karena mesin tidak bekerja seberat mobil ICE," ujar Bobby.
"Misalnya mobil ICE perawatan setiap 10.000 km sedangkan BYD M6 bisa 20.000 km," tambahnya.
Manfaat bagi konsumen dan mobilitas
Perpaduan konsumsi bahan bakar sangat rendah, mode listrik penuh, dan jangkauan jauh membuat M6 DM cocok untuk berbagai kebutuhan: inner city, perjalanan antar kota, hingga area rural. Dengan klaim efisiensi tersebut, BYD menempatkan M6 DM sebagai alternatif yang lebih hemat dibanding sepeda motor dalam kondisi tertentu.
Ke depan, klaim performa ini akan diuji di lapangan oleh konsumen dan regulator. Jika terbukti konsisten, M6 DM bisa mendorong adopsi kendaraan hybrid yang lebih luas di pasar Indonesia, terutama saat tekanan harga BBM masih tinggi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
TVS Luncurkan All New Callisto 110, Skuter Retro Modern
TVS meluncurkan The All New Callisto 110 di Jakarta pada 2 Juli 2026; skuter 110cc retro dengan fitur cerdas...
Leapmotor B10: Mobil Listrik RWD dengan Teknologi CTC 2.0
Leapmotor B10 hadir sebagai mobil listrik RWD dengan teknologi CTC 2.0, menawarkan performa 160 kW, jangkaua...
New Honda Vario Evo 160 Didistribusikan, Wahana Target 400 Unit
New Honda Vario Evo 160 mulai didistribusikan ke Jakarta–Tangerang; Wahana targetkan sekitar 400 unit Vario...
Perempuan Dominan di CLASSY Modifest 2026 Yogyakarta
CLASSY Modifest 2026 ditutup di Yogyakarta (27–28 Juni) dengan partisipasi perempuan meningkat dan pemenang...
Resmi: Harga BBM Pertamina per 1 Juli 2026
Pertamina umumkan harga BBM per 1 Juli 2026: semua jenis subsidi dan nonsubsidi tidak berubah dari Juni 2026...
Bedah Eksterior 3 Varian Baru Suzuki XL7 Facelift
Suzuki XL7 facelift hadir dalam tiga varian (Zeta, Beta, Alpha Hybrid) dengan grill baru, lampu LED, roof ra...