Arai Agaska Siap Bangkit di World Sportbike Ceko 2026
JAKARTA — Rider binaan Yamaha Racing Indonesia, Arai Agaska, menargetkan bangkit dan meraih poin perdana saat seri 3 World Sportbike di Autodrom Most, Republik Ceko, 15-17 Mei 2026. Tim melakukan pembaruan pada mesin Yamaha R7 yang dipakai Arai, diharapkan meningkatkan performa setelah dua putaran awal tanpa poin.
Perubahan motor dan target poin
Tim ProGP NitiRacing melakukan pembaruan pada paket mesin dan setup Yamaha R7 menjelang seri di Most. Perubahan ini menjadi fokus utama Arai untuk mendongkrak kecepatan dan konsistensi balap.
"Akan ada perubahan pada motor Yamaha R7 yang saya pakai di seri 3 nanti, jadi harapannya berpengaruh positif pada performa untuk mendapatkan poin. Aktif latihan dan menjaga fisik juga saya lakukan buat mendukung balapan di World Sportbike. Balapan pertama kali di Autodrom Most nanti sudah saya tunggu dan akan jadi pembelajaran berharga."
Latihan tambahan dan adaptasi big bike
Untuk mempercepat adaptasi ke big bike, Arai ikut turun di Kejurnas Mandalika Racing Series kelas National Supersport 600cc menggunakan Yamaha YZF-R6. Partisipasi ini ditujukan meningkatkan ritme balap dan pemahaman telemetri.
Pada seri pembuka Kejurnas akhir April, Arai sempat memimpin dan mencatat best time yang kompetitif, namun harus mengalami DNF akibat kecelakaan. Meski demikian, pengalaman tersebut dipandang sebagai latihan berharga sebelum menghadapi lintasan Most.
Rekap hasil dan posisi klasemen
Dua seri World Sportbike yang sudah dilalui Arai — Portimao (Portugal) dan Assen (Belanda) — belum menghasilkan poin. Saat ini ia menempati posisi ke-29 klasemen sementara tanpa poin. Meski demikian, Arai memanfaatkan setiap kesempatan berlaga untuk menambah jam terbang dan belajar dari pembalap dunia.
- Portimao — tanpa poin
- Assen — tanpa poin
- Kejurnas Mandalika (Supersport 600) — sempat memimpin, lalu DNF
Prospek di Autodrom Most
Autodrom Most dikenal dengan kombinasi tikungan cepat dan zona pengereman menuntut. Pembaruan set-up motor dan latihan fisik jadi kunci untuk memaksimalkan hasil. Arai berharap paket anyar R7 dapat memperbaiki waktu lap dan konsistensi saat balapan panjang.
Dengan perubahan teknis dan intensitas latihan yang ditambah, Arai Agaska membidik hasil lebih baik dan poin pertama di seri Ceko. Hasil di Most akan menjadi penentu adaptasi Arai terhadap level World Sportbike musim ini dan acuan untuk pengembangan tim pada seri-seri berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
AHDC Purwokerto: Vario Evo 160 Curi Perhatian di Seri ke-2
Seri ke-2 AHDC di Purwokerto (16 Agustus 2026) menarik ribuan penonton; kelas Vario Evo 160 jadi sorotan uta...
Insentif 1 Juta Motor Listrik Disetujui, Anggaran Masih Dihitung
Pemerintah menyetujui skema insentif 1 juta motor listrik, namun anggaran masih dihitung; syarat utama adala...
Vario Evo 160 Curi Perhatian di AHDC Purwokerto, Decksa Tercepat
Decksa Almer jadi tercepat di kelas baru Vario Evo 160 cc pada AHDC Purwokerto dengan catatan 1:01.930 pada...
Vario Evo 160 Jadi Sorotan di AHDC Purwokerto, Decksa Tercepat
Decksa Almer Alfarezel menang di kelas baru Vario Evo 160 cc Standar Pemula pada AHDC Purwokerto 16 Agustus...
Honda Daya Jayadi Siap Tampil di AHDC 2026 Purwokerto
Honda Daya Jayadi Racing Team akan berlaga di AHDC 2026 Purwokerto pada 14–15 Agustus, menurunkan Agam Abdil...
Recaro Juara EMMA Asia 2025 Perkuat Posisi di Bandung
Recaro Audio Specialist raih 2nd dan 3rd Champion di EMMA Asian Finals 2025, mengokohkan posisi sebagai spes...