Kemendag: 59 Business Matching Hasilkan Ekspor ke Korea
Kementerian Perdagangan mencatat 59 kegiatan business matching oleh Atase Perdagangan RI di Seoul pada Semester I 2026 menghasilkan realisasi ekspor dan peluang transaksi ke Korea Selatan. Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli Korea dan mendampingi proses negosiasi hingga transaksi, kata pejabat Kemendag di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan dan format
Dari 59 kegiatan business matching, 12 dilaksanakan daring dan 47 secara luring. Pertemuan luring sebagian besar berlangsung saat ASEAN Panorama pada 28-29 Mei 2026, yang menjadi momen penting pengenalan produk Indonesia kepada importir Korea.
Realisasi ekspor dan nilai transaksi
Beberapa fasilitasi langsung berujung pada penjualan. Contoh nyata adalah ekspor makanan ringan dan furnitur dari produsen Indonesia ke pembeli di Korea Selatan. Nilai transaksi tercatat dalam beberapa kasus mencapai puluhan ribu dolar AS.
- CV Hortindo Agrokencana Farm mengekspor crispy sweet potato stick ke Family International Co., Ltd senilai USD 25.790.
- PT Indo Risakti merealisasikan ekspor furnitur kepada Dear Rounder Studio senilai USD 6.512 (sekitar Rp116,83 juta).
Peluang baru dan komoditas strategis
Atase Perdagangan RI di Seoul melaporkan adanya permintaan sampel dan penjajakan kerja sama untuk beberapa komoditas strategis. Perusahaan Korea sedang menunggu sampel produk berbasis kayu, serta ada minat di sektor perikanan dan makanan ringan.
- Perusahaan DSP Co., Ltd. menunggu sampel wood powder dan wood pellet untuk evaluasi.
- Samsung Welstory meminta informasi dan potensi pasokan braided frozen shrimp dan squid.
- Yujin Co., Ltd. menjajaki kerja sama pengadaan berbagai varian keripik Indonesia dengan UKM PT Pareto Estu Guna.
Keterangan pejabat dan pelaku usaha
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan pentingnya business matching untuk memperluas akses pasar.
"Business matching menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pasar ekspor Indonesia. Melalui perwakilan perdagangan RI, pelaku usaha didampingi bertemu dengan calon-calon pembeli dalam proses negosiasi hingga realisasi transaksi," ujar Puntodewi.
Atase Perdagangan RI Seoul, Roesfitawati, menyatakan minat importir Korea terhadap produk Indonesia terus meningkat. Ia menambahkan sejumlah pertemuan telah memasuki tahap negosiasi lanjutan.
"Minat pelaku usaha Korea Selatan terhadap produk Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Selain menghasilkan realisasi ekspor, sejumlah business matching yang kami fasilitasi juga telah memasuki tahap negosiasi lanjutan," ujar Roesfitawati.
Dari sisi pelaku usaha, perwakilan CV Hortindo Agrokencana Farm mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh perwakilan perdagangan Indonesia di Korea.
"Kami sangat terbantu karena dipertemukan dengan buyer di Korea Selatan dan terus didampingi hingga berhasil memperoleh pesanan. Terima kasih atas pendampingan dan kesempatan untuk diperkenalkan kepada calon pembeli baru," ujar Ahmad Hadi R.
Implikasi dan langkah ke depan
Kemendag berencana terus memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong diversifikasi ekspor dan memperluas akses pasar. Pendampingan intensif dan tindak lanjut sampel menjadi kunci untuk mengonversi penjajakan menjadi kontrak jangka panjang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...