Ekonomi

Bulog Jamin Harga Gabah Petani di Rote Ndao

Bagikan:
Petani memanen padi di Rote Ndao sebagai bagian program penyerapan Bulog

Bulog memperkuat penyerapan gabah dan beras petani di Kabupaten Rote Ndao untuk memberi kepastian harga saat panen raya. Bupati Paulus Henuk menyampaikan kebijakan ini di Ba'a pada Senin, 27 Juli 2026, sebagai upaya melindungi petani ketika harga pasar turun.

Harga dan mekanisme penyerapan

Pemerintah menetapkan harga pembelian yang menjadi acuan Bulog di wilayah ini. Gabah kering diserap Rp6.500 per kilogram, sedangkan beras dibeli Rp12.000 per kilogram. Kebijakan ini berlaku saat harga pasar melemah sehingga petani tetap menerima nilai jual yang wajar.

Jenis Harga (Rp/kg)
Gabah kering 6.500
Beras 12.000

Syarat penjualan dan saluran distribusi

Bupati meminta petani menjual kepada Bulog ketika tengkulak menawarkan harga lebih rendah. Penjualan dapat dilakukan langsung ke kantor Bulog setempat atau melalui mitra resmi yang ditunjuk. Mekanisme ini memberi pilihan bagi petani bila harga pasar fluktuatif.

"Kalau harga pasar lebih tinggi, silakan dijual kepada pembeli,"

Kata-kata Bupati tersebut menegaskan bahwa program tidak membatasi kesempatan petani untuk mendapat keuntungan lebih bila pasar menguntungkan. Namun kebijakan pembelian oleh Bulog berfungsi sebagai jaring pengaman saat pasar melemah.

Dampak terhadap petani dan ketahanan pangan

Menurut pemerintah daerah, pola penyerapan ini menjaga stabilitas harga hasil pertanian. Petani memperoleh perlindungan dari anjloknya harga saat panen raya. Secara lebih luas, langkah ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Rote Ndao.

Prospek dan catatan pelaksanaan

Keberhasilan program bergantung pada koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah, dan mitra distribusi. Petani perlu diberi informasi jelas tentang prosedur penjualan. Pemerintah daerah juga diharapkan memantau pelaksanaan agar tujuan stabilisasi harga tercapai.

Dengan jaminan pembelian ini, petani Rote Ndao memiliki alternatif penjualan saat harga pasar tidak menguntungkan, sehingga pendapatan dan ketersediaan pangan lokal dapat lebih terjaga.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait