Nasional

Kemenhub Canangkan Bulan Keselamatan untuk Tekan Kecelakaan

Bagikan:

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencanangkan Bulan Keselamatan Transportasi pada peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026 untuk menekan angka kecelakaan. Pengumuman itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan di Jakarta, Jumat 18 September 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan melalui peningkatan kualitas SDM, layanan, tata kelola, dan inovasi.

Tujuan dan fokus kebijakan

Aan menekankan bahwa keselamatan tidak hanya soal infrastruktur dan teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang sadar dan berkomitmen terhadap keselamatan. Ia menyatakan kebijakan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian di semua insan perhubungan.

"Keselamatan transportasi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas SDM yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan komitmen pada keselamatan,"

Selain pencanangan Bulan Keselamatan, Ditjen Perhubungan Darat meluncurkan rangkaian penghargaan untuk mendorong peningkatan pelayanan, tata kelola, dan inovasi di sektor transportasi darat.

Penghargaan untuk mendorong perubahan

Penghargaan diberikan kepada insan perhubungan baik di lingkungan Kemenhub maupun pihak eksternal. Menurut Aan, penghargaan ini berfungsi sebagai apresiasi sekaligus motivasi agar praktik dan inovasi keselamatan semakin berkembang.

"Kami memberikan penghargaan kepada para insan transportasi terbaik di lingkungan Kementerian Perhubungan maupun di luar Kementerian Perhubungan,"

Beberapa kategori utama penghargaan yang diumumkan antara lain Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ, Terminal Penumpang Tipe A Berbasis Green dan Smart, serta Satuan Pelayanan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Pemenang utama

Berikut daftar pemenang pada sejumlah kategori penting:

  • Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Nasional 2026: Juara I Sem Wibisono S (SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Kaltara); Juara II Fulvya Nasywa (SMA Islam Al-Azhar 7 Sukoharjo); Juara III Eshan Abdillah Darutomo (SMA Negeri 71 Jakarta).
  • Kategori Teknologi: Ahmad Ghozi Islami (SMA Negeri 7 Banjarmasin) dan Agri Ridhowi Rabbani (SMA Negeri Titian Teras Haji Abdurrahman Sayoeti, Jambi).
  • Kategori Sosial Budaya: Ribka Bawin Hatalasinta Lumamba (SMA Negeri 1 Basarang, Kalteng) dan Izzaty Hilma (SMA Negeri Modal Bangsa, Aceh).
  • Penghargaan Pembina Terbaik: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Juara I), DI Yogyakarta (Juara II), Sumatera Selatan (Juara III).
  • Terminal Penumpang Tipe A Berbasis Green dan Smart: Juara I Terminal Tipe A Tidar Magelang; berikutnya Patria Blitar, Mengwi Bali, Tirtonadi Solo, dan Tawang Alun Jember.
  • Kategori UPPKB: Juara I UPPKB Guyangan Nganjuk; peringkat berikutnya Marisa Pohuwato, Anjir Serapat Kapuas, Watudodol Banyuwangi, dan Kalibaru Manis Banyuwangi.

Data kecelakaan dan urgensi tindakan

Berdasarkan data Korlantas Polri, pada 2025 tercatat 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan total korban 238.878 orang. Data ini menunjukkan pelajar termasuk kelompok rentan menjadi korban.

"Angka kecelakaan dan fatalitas harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama untuk terus ditekan,"

Aan berharap program penghargaan, khususnya bagi pelajar pelopor keselamatan, bisa melahirkan calon pemimpin dan role model yang menginspirasi masyarakat untuk berperilaku tertib dan aman di jalan.

Langkah Kemenhub ini menegaskan pentingnya perpaduan antara kebijakan, edukasi, dan penghargaan untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas secara berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait