Brigadir IH Didemosi 5 Tahun dan Ditugaskan ke Propam 30 Hari
Medan — Polda Sumatera Utara menjatuhkan hukuman demosi selama lima tahun kepada Brigadir IH setelah sidang kode etik yang digelar pekan ini. Putusan itu diumumkan Jumat, 11 September, sebagai sanksi atas pelanggaran internal yang dilakukan.
Sanksi disipliner dan penempatan khusus
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa selain demosi, Brigadir IH juga menjalani penempatan khusus (patsus) di Propam selama 30 hari. Penempatan itu diberikan karena yang bersangkutan dinilai lalai menjaga senjata api dinasnya.
"Brigadir Iman (IH) sudah disidang kemarin, dan dia dijatuhi hukuman demosi selama lima tahun,"
Menurut keterangan resmi, kelalaian dalam menjaga senpi dianggap signifikan karena senjata tersebut kemudian digunakan oleh mantan istrinya, Winda Lorenza Gowasa, yang diduga melakukan bunuh diri.
Status penyelidikan kasus kematian
Kasus kematian Winda Lorenza Gowasa masih berstatus penyelidikan. Polda Sumut menyatakan proses investigasi terhadap peristiwa tersebut terus berjalan untuk mengklarifikasi kronologi dan peran pihak terkait.
"Untuk kasus kematian mantan istri dari Brigadir IH itu masih dalam penyelidikan,"
Perkara dinaikkan ke penyidikan Polrestabes Medan
Sebelumnya, Polrestabes Medan menaikkan penanganan perkara ini dari penyelidikan ke penyidikan. Kenaikan status dimaksudkan untuk memudahkan penyidik dalam mencari alat bukti dan kemungkinan menetapkan tersangka jika ditemukan unsur pidana.
"Untuk berkasnya (SPDP) itu telah dikirim penyidik ke Kejari Medan,"
Penegasan itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Lubis, pada Rabu, 9 September. Ia menambahkan bahwa kenaikan ke penyidikan bertujuan memperlancar proses pengumpulan dan penyitaan barang bukti.
"Iya (naik penyidikan). Agar mempermudah prosesnya,"
Langkah ke depan
Dengan berkas SPDP dikirim ke Kejaksaan Negeri Medan, proses pemeriksaan formal dan kemungkinan proses penuntutan bisa berjalan sesuai ketentuan hukum. Namun pihak kepolisian belum memastikan apakah bakal ada penetapan tersangka, karena itu bergantung pada hasil penyidikan dan bukti yang ditemukan.
Polda dan Polrestabes memastikan keterbukaan proses penyidikan dan akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut setelah ada temuan baru.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Galian C Diduga Ilegal Marak di Asahan, Aktivis Desak Penertiban
Aktivitas Galian C diduga ilegal meningkat di Kabupaten Asahan; aktivis mendesak pembentukan tim terpadu unt...
Syariat Islam di Aceh Butuh Dukungan Masyarakat, Bukan Hanya Regulasi
Tgk. Bustamam Usman menilai pelaksanaan syariat Islam di Aceh memerlukan dukungan individu dan masyarakat, b...
Bupati Sergai Buka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup
Bupati Sergai Darma Wijaya membuka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup di Perbaungan, 12 tim bersaing...
Wali Kota Sabang Serahkan Bantuan untuk Pekerja Cuci di Kuta Timu
Wali Kota Sabang kunjungi Siti Rohamah di Kuta Timu dan serahkan bantuan tunai serta peralatan cuci untuk me...
Bupati Asahan Tegaskan Sinergi Pemda Percepat Pembangunan
Bupati Asahan minta sinergi antar Pemda di Rapat Revisi UU 23/2014 untuk percepat pembangunan dan tingkatkan...
Koperasi Desak Eksekusi Putusan MA atas Lahan Eks PT Torganda
Koperasi mendesak eksekusi dua putusan MA atas 47.000 ha lahan eks PT Torganda; menuntut kepastian hak dan p...