Bongkar Ratoon: Blitar Targetkan 5.600 Ha Peremajaan Tebu
BLITAR — Bupati Blitar Rijanto meluncurkan program peremajaan lahan tebu atau bongkar ratoon untuk meningkatkan produktivitas petani. Kegiatan Tanam Tebu Perdana berlangsung di Koperasi Karyawan Perkebunan Gambar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Senin (25/5/2026).
Target luas dan perluasan areal
Pemkab Blitar menetapkan target bongkar ratoon seluas 5.600 hektare tahun ini. Selain itu, daerah juga mematok perluasan tanam baru seluas 500 hektare sebagai dukungan terhadap program nasional pengembangan kawasan tebu.
Kegiatan tanam perdana dan pejabat yang hadir
Rijanto turun langsung menanam benih tebu KBD bersertifikat sebagai simbol dimulainya program. Ia hadir bersama jajaran Forkopimda, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan, serta kepala perangkat daerah setempat.
Alasan peremajaan lahan
Rijanto menjelaskan banyak kebun tebu di Kabupaten Blitar telah berusia lebih dari lima tahun dan belum pernah dibongkar ratoon. Kondisi ini membuat produktivitas menurun. Oleh karena itu, peremajaan lahan dianggap perlu untuk menjaga kualitas dan hasil produksi.
"Melalui program ini, kami ingin produktivitas tebu di Kabupaten Blitar terus meningkat. Penggunaan benih bersertifikat dan pola budidaya yang baik menjadi langkah penting agar hasil panen petani lebih optimal," ujar Rijanto.
Sinergi untuk swasembada gula
Rijanto menegaskan keberhasilan swasembada gula nasional tidak bisa dicapai oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, penyuluh pertanian, serta petani tebu.
"Kami berharap sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, stakeholder, pelaku usaha, para petani tebu, serta dukungan para PPL dapat berjalan semakin kuat," tambahnya.
Program bongkar ratoon dan perluasan tanam ini menjadi langkah strategis Pemkab Blitar untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pola budidaya yang baik dan pemanfaatan benih bersertifikat guna mencapai target yang ditetapkan.
Ke depan, pelaksanaan program akan melibatkan pendampingan teknis, pemantauan luas tanam, dan koordinasi dengan instansi pusat guna memastikan target realisasi dan output produksi dapat terpenuhi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...