Bobby Prihatin OTT KPK terhadap Bupati Langkat, Masyarakat Jadi Korban
MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyayangkan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bupati Langkat Syah Afandin, atau dikenal sebagai Ondim, Senin (6/7). Kasus ini menurutnya mencoreng tata kelola daerah dan merugikan masyarakat karena anggaran yang seharusnya untuk pembangunan dan pendidikan terdampak.
Reaksi gubernur dan dampak pada masyarakat
Bobby menilai penangkapan tersebut sangat disayangkan dan meminta agar peristiwa serupa tidak terulang. Ia memastikan Pemerintah Provinsi bergerak cepat untuk menjaga kelangsungan pelayanan publik di Langkat.
“Pertama, yang sangat disayangkan ini kembali terjadi penangkapan oleh KPK pada Bupati Langkat. Ini sangat disayangkan. Yang terkorbankan adalah masyarakat. Yang menjadi korban utama karena uang yang digunakan ini adalah uang untuk membangun daerah, untuk anak-anak sekolah. Jadi harapan kita ini tidak terjadi lagi,”
Penunjukan Pelaksana Tugas
Menanggapi kekosongan kepemimpinan pasca-OTT, Bobby mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Bupati agar roda pemerintahan tetap berjalan normal.
“Kemarin kita sudah berkoordinasi dengan Kemendagri, dengan Pak Mendagri langsung. Diminta segera melaksanakan penunjukan PLT agar berjalannya roda pemerintahan di Kabupaten Langkat tetap normal. Oleh karena itu, barusan kami sudah menyerahkan keputusan untuk wakil bupati sebagai pelaksana tugas bupati,” ujarnya.
Evaluasi sistem dan pesan kepada ASN
Bobby menganggap peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi sistem pemerintahan di tingkat daerah. Namun ia menekankan bahwa integritas individu tetap menjadi kunci utama pencegahan korupsi.
“Ini kan sistem. Pertama, kita minta sistemnya harus benar-benar baik. Kedua, kalau sistemnya sudah baik, ini kembali ke personalnya. Secanggih apa pun sistem, yang menjalankan tetap orang per orang. Kalau personelnya punya niat yang tidak baik, secanggih apa pun sistemnya pasti ada celah untuk ditembus,”
Ia juga memberi pesan tegas kepada seluruh ASN agar mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, bukan semata-mata melayani pimpinan.
“Saya sampaikan khusus untuk jabatan ASN, jadikan ASN ini kerjanya untuk masyarakat, bukan untuk pimpinan. Tanggung jawab mereka kepada masyarakat, melapornya kepada pimpinan. Jangan jadikan ASN ini punya dua pilihan, melayani masyarakat atau melayani pimpinan. Itu yang tidak boleh terjadi. Sistem seperti itu harus bisa dibangun di Langkat,”
Klarifikasi dan tindak lanjut provinsi
Soal dugaan tanda-tanda sebelum OTT, Bobby enggan berkomentar lebih jauh dan meminta pertanyaan diarahkan pada pejabat Plt yang ditunjuk. Ia menyatakan Pemerintah Provinsi sebelumnya sudah beberapa kali memberi peringatan jika menemukan pelaksanaan pemerintahan yang janggal.
Pemprov Sumatera Utara menegaskan akan terus memantau proses penyelenggaraan pemerintahan di Langkat dan melanjutkan evaluasi untuk mencegah praktik serupa di masa depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Sergai Gerak Cepat Tangani 140 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung
Pemkab Sergai menanggapi puting beliung 4/7: 140 rumah rusak, peninjauan dan penyaluran bantuan via bank unt...
PT MP LWI Gelar Sunatan Massal 2026 di Kanopan Ulu, 130 Anak Terlayani
PT MP LWI menyelenggarakan Bakti Sosial Sunatan Massal 2026 di Kanopan Ulu, melayani 130 anak dari desa-desa...
Kejari Samosir Belum Menahan Pimpinan Bank Mandiri
Kejaksaan Negeri Samosir belum menahan Pimpinan Bank Mandiri terkait dugaan korupsi bantuan bencana; penyidi...
Kejati Sumut Hentikan Kasus Penganiayaan Lewat Restorative Justice
Kejati Sumut menghentikan penuntutan kasus penganiayaan Petrus melalui restorative justice setelah korban me...
Polrestabes Medan Tangkap Pengedar 'Vape Getar' Jaringan Malaysia
Polrestabes Medan menangkap pengedar 'Vape Getar' jaringan Malaysia, menyita 128 unit dan memburu pengendali...
SMP IT Plus An Nur Raih Perunggu di JDIE 2026 Jepang
SMP IT Plus An Nur Medan meraih medali perunggu di JDIE 2026 Jepang setelah bersaing dengan sekitar 400 pese...