Bobby Nasution Tinggalkan Paripurna DPRD Sumut, Sidang Ditunda
MEDAN, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution tiba-tiba keluar dari ruang sidang paripurna DPRD Sumut pada Selasa, 22 Juli. Aksi itu terjadi saat paripurna membahas Pendapat Akhir Fraksi dan pengambilan keputusan atas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025. Kepergian gubernur menuai kritik karena dianggap tidak menghargai proses legislatif yang tengah berlangsung.
Kronologi kejadian
Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Erni Ariyanti Sitorus dihadiri 69 orang, termasuk sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut. Ketegangan mulai muncul ketika anggota Fraksi PDIP Syahrul Efendi Siregar meminta absensi ulang secara fisik sebelum mengambil keputusan. Menurut Syahrul, absensi penting karena menyangkut kepentingan masyarakat Sumut.
"Mohonlah kita menghargai paripurna ini, sebab ini menyangkut persoalan dan kepentingan untuk masyarakat Sumut,"
Alih-alih menunggu penyelesaian interupsi, Gubernur Bobby bangkit dari kursinya dan meninggalkan ruang sidang. Plt Sekdaprovsu Sulaiman kemudian berdiri dan ikut keluar, disusul sejumlah pimpinan OPD dan staf yang menurut pantauan diarahkan oleh orang dekat gubernur.
Persoalan kuorum dan interupsi
Anggota Fraksi PDIP Landen Marbun menegaskan perlunya membedakan kuorum pembukaan dengan kuorum pengambilan keputusan. Untuk pengambilan keputusan, syaratnya adalah hadir dua pertiga anggota dewan. Sejumlah fraksi lain terus mengajukan interupsi terkait prosedur itu selama suasana menjadi tegang.
Penundaan sidang dan reaksi dewan
Melihat situasi tak mereda, Ketua DPRD menunda paripurna dan menjadwalkan ulang melalui Badan Musyawarah. Ironisnya, hingga penundaan resmi diumumkan, gubernur dan jajaran OPD yang meninggalkan ruangan tidak kembali hadir. Ketua Fraksi Partai Demokrat Anita Lubis menyatakan sidang sebenarnya sudah memenuhi kuorum karena 69 peserta telah menandatangani daftar hadir.
Ketua Fraksi PKB Zeira Salum Ritonga mengaku tidak mengetahui alasan pasti kepergian gubernur. Hingga penundaan, pimpinan dewan belum memberikan keterangan resmi mengenai keluarnya Gubernur Bobby secara mendadak.
Implikasi dan pertanyaan terbuka
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang komunikasi antara eksekutif dan legislatif menjelang pengambilan keputusan penting terkait pertanggungjawaban APBD. Dewan akan melanjutkan pembahasan pada jadwal yang ditetapkan Banmus, sementara publik menunggu penjelasan resmi dari pihak gubernur.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Aceh Besar Salurkan 3,7 Ton Ikan Segar untuk 350 Keluarga
Aceh Besar salurkan 3,7 ton ikan segar ke 350 penerima di Kuta Baro untuk dukung penanganan stunting dan giz...
Airin Rico Resmikan Gallery Torose, Tenun Karo Melangkah Modern
Airin Rico meresmikan Gallery Torose di Medan (19/9) untuk mempromosikan tenun Karo Uis Karo lewat koleksi e...
Rico Waas Selesaikan KTP dan Janji Perbaikan Drainase di Medan Deli
Wali Kota Medan Rico Waas menyelesaikan KTP warga dan menjanjikan perbaikan jalan serta drainase saat Sapa W...
Bupati Aceh Besar Dukung Kafilah MTQ di Semarang
Bupati Aceh Besar Muharram Idris bertemu kafilah MTQ di Semarang, beri dukungan moral dan uang saku untuk me...
Babinsa Lhoknga Imbau Warga Tingkatkan Waspada Musim Penghujan
Babinsa Koramil 03/Lhoknga mengimbau warga Meunasah Manyang tingkatkan kewaspadaan kesehatan dan kebersihan...
PGMNI Sumut Tawarkan Sinergi dengan Penmad Kemenag untuk Majukan Madrasah
PW PGMNI Sumut siap bersinergi dengan Penmad Kemenag Sumut untuk memajukan madrasah dan meningkatkan kesejah...