Bapanas: Tantangan Pangan Kini pada Distribusi Antarwilayah
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
Kondisi nasional dan fokus kebijakan
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, menyampaikan posisi pemerintah dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada Senin, 21 September 2026. Menurutnya, stok nasional mencukupi, namun tekanan harga bersifat spesifik pada komoditas dan wilayah.
Secara nasional, ketersediaan pangan relatif terjaga, tetapi tekanan harga saat ini bersifat spesifik menurut komoditas dan wilayah. Oleh karena itu, intervensi kita tidak cukup hanya melihat stok nasional, tetapi harus sampai tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
Hermawan menegaskan intervensi harus menjangkau pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk mengatasi masalah harga lokal dan memastikan pasokan merata.
Data proyeksi stok pangan
Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional yang diperbarui per 3 September 2026, Bapanas merinci ketersediaan dan stok akhir beberapa komoditas utama. Data ini menjadi acuan pemerintah dalam merencanakan distribusi dan intervensi stok.
| Komoditas | Ketersediaan / Kebutuhan (juta ton) | Stok Akhir (ton) |
|---|---|---|
| Beras | 47,26 tersedia / 31,21 kebutuhan | 16,06 juta |
| Jagung | - | 6,91 juta |
| Kedelai | - | 290,89 ribu |
| Bawang merah | - | 12,35 ribu |
| Bawang putih | - | 94,82 ribu |
| Cabai besar | - | 69,56 ribu |
| Cabai rawit | - | 60,28 ribu |
Impor dan penugasan
Hermawan menegaskan bahwa tidak ada impor beras penugasan pada 2026. Impor yang tercatat merupakan beras industri dari sisa perizinan 2025 dan beras khusus.
Artinya tantangan utama kita saat ini bukan semata-mata ketersediaan nasional, karena semuanya tercukupi sampai akhir tahun. Tetapi kita harus menjaga distribusi dan keseimbangan antarwilayah.
Dampak pada harga dan langkah daerah
Bapanas meminta pengendalian pangan diarahkan pada komoditas dan daerah yang mengalami tekanan harga. Pemerintah daerah diminta memastikan pasokan dari wilayah surplus dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.
Sebagai ilustrasi, Badan Pusat Statistik mencatat 152 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras hingga minggu ketiga September 2026. Angka ini memperkuat pentingnya perbaikan rantai distribusi meski ketersediaan nasional memadai.
Pemantauan stok dan penyaluran antardaerah diperkirakan akan terus menjadi fokus kebijakan hingga akhir tahun, untuk meredam tekanan harga lokal dan menjaga stabilitas pasokan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Veronica Tan Perkuat Layanan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak
Veronica Tan dorong layanan satu pintu bagi korban kekerasan perempuan dan anak, menekankan perlunya sinergi...
Kementerian PU Gelar OMC Perkuat Tampungan Tiga Waduk
Kementerian PU menggelar OMC 18–22 September 2026 untuk memperkuat tampungan Waduk Saguling, Cirata, dan Jat...
PKB Soroti Penguatan Fungsi Sosial Tanah lewat RUU Reforma Agraria
Muhammad Khozin (Baleg) dorong RUU Reforma Agraria untuk perkuat fungsi sosial tanah, satukan data, dan lind...
BMKG: El Niño Sangat Kuat, Musim Hujan 2026-2027 Terlambat
BMKG: El Niño sangat kuat dan IOD positif membuat musim hujan 2026-2027 datang terlambat; 61% wilayah dipred...
MagangHub 2026: Kemnaker Ingatkan Peserta Aktifkan SIAPKerja
Kemnaker minta peserta MagangHub 2026 aktifkan SIAPKerja, presensi digital, dan urus rekening sejak hari per...
Arus Bawah Laut Berubah Cepat, Penyelam Basarnas Masuk KM Virgo
Penyelam Basarnas memanfaatkan jeda arus di bawah 2,5 knot untuk memasuki badan KM Virgo dan mengevakuasi ko...