Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga Perkuat Jaring Sosial
Presiden Prabowo Subianto menegaskan program bantuan pangan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi bukti kuatnya sistem perlindungan sosial Indonesia. Pernyataan itu disampaikan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Ringkasan program dan sasaran
Program memberikan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per keluarga untuk periode tiga bulan. Bantuan ditujukan kepada KPM pada desil 1 sampai 4 sebagai upaya menjaga daya beli dan mendukung target pengentasan kemiskinan.
Bantuan pangan, 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng untuk 3 bulan, kepada 33,24 juta keluarga di desil 1, 2, 3, 4. Pasti ada yang lebih hebat, pasti. Tapi untuk bangsa Indonesia, not bad. Jangan anggap enteng kita terus. We are strong, we are rich, and we will be richer
Realisasi tahap pertama
Pelaksanaan tahap pertama untuk alokasi Februari dan Maret 2026 diselesaikan akhir Juni. Pemerintah menyalurkan 664,88 ribu ton beras dan 132,97 ribu kiloliter minyak goreng kepada masyarakat.
Data harga dan inflasi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi beras pada Juni 2026 tercatat 3,98% secara tahunan, turun dari 4,55% pada Mei 2026. Inflasi bulanan berada di level 0,45%, yang mencerminkan harga beras relatif terkendali.
Rencana tahap kedua dan stok beras
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memastikan pemerintah siap melanjutkan bantuan tahap kedua untuk alokasi Juli–September 2026. Ia menyebut stok beras yang dikelola Perum Bulog berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.
Stok beras kita hari ini tertinggi sepanjang sejarah, selama kita merdeka. Ini stoknya hari ini 5,2 juta ton. Jadi ini untuk kepentingan masyarakat Indonesia, pasti atas arahan Bapak Presiden, kita gelontorkan
Bapanas menargetkan penyaluran tahap kedua dilaksanakan secara sekaligus (one shoot) pada Agustus 2026 setelah tambahan anggaran tersedia. Pemerintah menyiapkan 997,2 ribu ton beras untuk 33,24 juta KPM, masing-masing 10 kg untuk alokasi tiga bulan.
Proyeksi total dan perbandingan 2025
Dengan realisasi tahap pertama dan target tahap kedua, total penyaluran beras sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 1,66 juta ton. Angka ini meningkat sekitar 133,8% dibanding realisasi bantuan pangan 2025 yang sebesar 710,78 ribu ton.
Dampak dan arah kebijakan
Pemerintah menilai bantuan pangan ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga beras dunia. Keterangan resmi menyebut capaian swasembada beras dan tidak adanya impor dalam dua tahun terakhir menjadi faktor penopang stabilitas harga.
Program ini menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang untuk memperkuat sistem perlindungan sosial dan mengurangi kerentanan ekonomi kelompok berpendapatan rendah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...