Banjir Rendam Pasar Bawah Serbalawan, 150 Rumah Terendam
Simalungun — Banjir besar melanda Jalan Medan–Simpang Pondok Batu Silangit dan Lingkungan Pasar Bawah Serbalawan, Kamis (30/7) malam, setelah hujan deras mengguyur kawasan Tapian Dolok dan Dolok Batunanggar. Sebanyak sekitar 150 rumah di sepanjang Sungai Sikkam terendam dengan ketinggian air antara 1–3 meter, namun belum ada korban jiwa.
Dampak dan kerusakan
Banjir menggenangi permukiman warga, merusak fasilitas sekolah dan tempat ibadah, serta menghancurkan tembok sisi sungai. Fasilitas yang terdampak antara lain:
- Halaman sekolah Alwashliyah dan SD Muhammadiyah terisi lumpur dan mengalami kerusakan tembok.
- Masjid Taqwa Muhammadiyah ikut terendam.
- Tembok penahan di sisi Sungai Sikkam jebol diterjang arus.
Warga membersihkan perabotan dan alat rumah tangga pasca banjir pada Jumat (31/7).
Kronologi banjir
Menurut keterangan warga, hujan deras mengguyur sejak waktu maghrib hingga menjelang tengah malam. Air mulai menggenangi rumah sekitar pukul 21.00 WIB dan baru mulai surut pada dinihari, sekitar pukul 01.00 WIB.
Iptu Rido V Pakpahan, Kapolsek Dolok Batunanggar: Korban jiwa negatif, sedangkan kerugian materil belum dapat dirinci. Ini kami lagi sedang pembersihan lumpur di lokasi.
Jamal Damanik, warga setempat: Banjir datang tiba-tiba karena hujan sangat deras. Warga hanya bisa menyelamatkan diri; banyak barang yang tidak sempat diselamatkan.
Penanganan dan dampak lalu lintas
Petugas Polsek Dolok Batunanggar langsung dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas di Jalan Medan–Simpang Pondok Batu Silangit. Luapan air sempat menutup Jalan Lintas Sumatera sehingga kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melintas dan menyebabkan kemacetan dua arah.
Kendaraan baru diperbolehkan melintas setelah ketinggian air turun menjadi sekitar 50 centimeter. Pada Jumat (31/7) pagi, unsur kecamatan, Muspika, BPBD, instansi terkait, dan warga menggelar gotong royong membersihkan lumpur dan memulihkan fasilitas yang terdampak.
Tuntutan warga dan konteks
Warga meminta perhatian serius dari pemerintah kabupaten untuk mencegah banjir berulang, terutama menjelang musim hujan. Beberapa warga menilai frekuensi dan intensitas banjir meningkat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk setelah pembangunan jalan tol di wilayah sekitar.
Penanganan darurat fokus pada pembersihan lumpur, perbaikan tembok penahan, dan pemulihan fasilitas publik agar aktivitas belajar dan ibadah bisa segera berjalan normal kembali.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kafilah Aceh Pulang dari MTQ Nasional 2026, Raih Peringkat Keempat
Kafilah Aceh pulang dari MTQ Nasional 2026 dengan peringkat keempat dan 10 gelar juara utama, disambut pejab...
Kapolres Nagan Raya Ngopi Bareng Media untuk Perkuat Sinergi
Kapolres Nagan Raya AKBP Muhammad Taufiq ngopi bareng awak media di Mapolres, Senin (21/9), untuk perkuat si...
Revitalisasi SMPN 1 Lae Parira Dairi Rp413 Juta, Ruang Kelas Rampung Oktober
SMPN 1 Lae Parira di Dairi dapat revitalisasi Rp413.045.468; dua ruang kelas ditargetkan selesai dan dipakai...
Polrestabes Medan Tangkap Operator Judi Online dan Pelaku Curanmor
Polrestabes Medan menangkap operator judi online pengedar 100 bungkus vape getar; satu pelaku curanmor ditan...
Tiga Alumni MKS IAIN Langsa Lolos Program Maganghub Kemnaker
Tiga lulusan MKS FEBI IAIN Langsa lolos Program Maganghub Kemnaker dan ditempatkan di Lapas Langsa serta dua...
Kapolres Simalungun Sampaikan 'Commander Wish' dan Slogan Horas Presisi
Kapolres Simalungun sampaikan Commander Wish dan slogan Horas Presisi untuk arah kerja personel, fokus pada...