Lokal

Revitalisasi SMPN 1 Lae Parira Dairi Rp413 Juta, Ruang Kelas Rampung Oktober

Bagikan:
Pekerjaan revitalisasi ruang kelas dan lab di SMPN 1 Lae Parira Kabupaten Dairi

SIDIKALANG — SMPN 1 Lae Parira di Kabupaten Dairi menerima program revitalisasi satuan pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2026. Pekerjaan mencakup dua ruang kelas, satu laboratorium IPA, dan satu kamar mandi yang menempel pada bangunan kelas. Pelaksana menargetkan dua ruang kelas sudah dapat dipakai pada Oktober 2026.

Progres pekerjaan dan pelaksana

Kepala SMPN 1 Lae Parira, Budiman Sihotang, mengatakan revitalisasi dikerjakan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) UPT dengan sistem swakelola. Saat ini fokus tim pelaksana adalah menyelesaikan dua ruang kelas agar segera difungsikan sebagai ruang belajar.

Dengan turunnya anggaran dana revitalisasi, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) UPT SMPN 1 dikerjakan dengan swakelola untuk revitalisasi 2 ruang kelas. Satu ruang Laboratorium IPA dan satu kamar mandi yang menempel ke dinding ruang kelas.

Rincian bantuan dan jadwal

Revitalisasi bersumber dari APBN 2026. Rincian utama proyek tercantum sebagai berikut:

  • Nilai bantuan: Rp413.045.468 (termasuk pajak)
  • Komponen pekerjaan: 2 ruang kelas, 1 laboratorium IPA, 1 kamar mandi terpasang pada dinding kelas
  • Periode pelaksanaan: 24 Agustus hingga 24 Desember 2026

Sihotang menyatakan dua ruang kelas menjadi prioritas dan bahwa setelah ruang kelas selesai, pekerjaan dilanjutkan pada laboratorium dan kamar mandi.

Paling lama bulan Oktober sudah dapat digunakan untuk ruang belajar kembali.

Dampak terhadap kegiatan belajar

Saat ini proses belajar terganggu karena beberapa siswa harus digabung ke kelas lain. Kepala sekolah menjelaskan penggabungan dilakukan sementara sampai ruang kelas baru siap digunakan.

Saat ini siswa harus digabung dengan kelas lain dengan dibagi ke kelas kelas lain.

Penuntasan ruang kelas diharapkan mengurangi gangguan proses pembelajaran sebelum proyek dilanjutkan ke laboratorium IPA dan fasilitas sanitasi. Sekolah dan panitia memprioritaskan penyelesaian yang rapi agar fasilitas dapat segera dimanfaatkan oleh siswa dan guru.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait