Lokal

P3-TGAI Aceh Tenggara Diduga Dimanipulasi, 204 Jaringan Terlibat

Bagikan:
Pembangunan jaringan irigasi di Aceh Tenggara yang menjadi sorotan publik

KUTACANE — Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) 2026 di Kabupaten Aceh Tenggara disorot publik setelah muncul dugaan manipulasi pelaksanaan. Program yang semestinya berbasis peran serta kelompok tani itu dinilai banyak dikerjakan tanpa keterlibatan petani dalam perencanaan dan pelaporan.

Temuan dan dugaan manipulasi

Aktivis anti-korupsi lokal melaporkan ada pengakuan dari petani bahwa mereka tidak dilibatkan pada tahap perencanaan maupun pelaporan progres pembangunan irigasi. Pekerjaan proyek disebut sedang dikebut, namun partisipasi masyarakat tampak minimal.

"Banyak yang dimanipulasi, dugaan ini atas pengakuan masyarakat petani yang mengaku tidak disertakan dalam perencanaan maupun pelaporan progres pembangunannya,"

Pengakuan serupa datang dari pengurus Kelompok Tani, yang tercatat sebagai pelaksana, tetapi mengaku tidak mengetahui detail pelaksanaan proyek yang mengatasnamakan kelompok mereka.

Modus indikatif

Menurut aktivis tersebut, proyek yang mestinya digerakkan oleh Kelompok Tani justru diduga dikerjakan oleh pihak lain. Mereka diduga bekerja sama dengan oknum yang menggunakan nama Kelompok Tani untuk menjalankan proyek.

"Proyek itu, diduga dikerjakan oleh pihak-pihak lain yang bekerjasama dengan pihak tertentu yang mengatasnamakan nama Kelompok Tani,"

Respons politik dan cakupan proyek

Ketua DPD II PKB Aceh Tenggara menyatakan pihaknya akan memastikan jumlah irigasi yang dikerjakan melalui program tersebut. Menurut pernyataannya, ada puluhan jaringan yang terlibat dan pelaksanaannya melibatkan unsur politik.

"Sejauh ini setahu saya sejumlah 204 jaringan irigasi, namun terkait pelaksanaannya melibatkan dari perwakilan Partai Golkar, Gerindra, PKS dan lain-lain. Artinya, kegiatan ini bukan hanya bernaung dari Partai PKS,"

Pernyataan ini menunjukkan proyek tidak hanya melibatkan pemerintahan teknis, tetapi juga representasi partai politik di tingkat lokal.

Dampak dan langkah selanjutnya

Jika benar petani tidak terlibat, keberlanjutan dan manfaat proyek irigasi bagi komunitas pertanian diragukan. Selain itu, dugaan pemanfaatan nama Kelompok Tani berpotensi menimbulkan konflik internal dan masalah akuntabilitas dana.

Pihak terkait di daerah menyatakan akan menindaklanjuti dan memastikan jumlah serta pelaksana proyek, sejalan dengan kebutuhan transparansi pelaksanaan program P3-TGAI di Aceh Tenggara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait