PDI Perjuangan Kediri Kawal Aspirasi Atlet Disabilitas
KEDIRI — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri berkomitmen mengawal aspirasi NPCI terkait keterbatasan sarana latihan dan kebutuhan anggaran pembinaan atlet disabilitas. Pernyataan ini disampaikan usai audiensi pengurus baru NPCI periode 2026–2031 di kantor DPC, Sabtu (1/8/2026).
Audiensi dan tuntutan NPCI
Pengurus dan atlet NPCI datang atas inisiatif sendiri untuk menyampaikan kendala operasional yang mereka alami. Isu utama adalah minimnya fasilitas latihan untuk cabang atletik. Mereka menyorot kebutuhan ruang dan alat untuk latihan lempar lembing, tolak peluru, dan lari.
Kondisi fasilitas latihan saat ini
Pihak DPC sempat meninjau alternatif lokasi di belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Setelah penilaian, lokasi itu dinilai tidak memenuhi standar keamanan untuk cabang lempar lembing. Akibatnya, para atlet memanfaatkan Lapangan Wonorejo sebagai tempat latihan meski fasilitas belum ideal.
Beberapa cabang olahraga yang butuh perhatian khusus adalah:
- Lempar lembing
- Tolak peluru
- Lari (latihan trek dan start)
Peran lembaga dan klarifikasi kelembagaan
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, meluruskan anggapan publik tentang kelembagaan olahraga disabilitas. Ia menegaskan bahwa NPCI berdiri sendiri dan berkoordinasi dengan instansi terkait, bukan berada di bawah KONI.
"Banyak yang mengira olahraga disabilitas berada di bawah KONI, padahal NPCI merupakan organisasi yang berdiri sendiri dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Sosial,"
Tindak lanjut dan pengajuan anggaran
Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, Dodi menyatakan akan mengawal aspirasi agar atlet disabilitas mendapatkan dukungan fasilitas dan pembinaan yang memadai. Komunikasi sudah dibuka dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk mencari solusi teknis dan program pembinaan.
"Kami mengapresiasi kedatangan teman-teman pengurus baru NPCI. Terkait kendala fasilitas dan pembinaan, kami sudah mengomunikasikannya dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan. Bahkan dalam rapat anggaran, kami terus mengawal dan memperjuangkan alokasi anggaran khusus untuk pembinaan olahraga disabilitas ini,"
Bantuan dan langkah ke depan
Di akhir pertemuan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menyerahkan bantuan paket sembako sebagai bentuk kepedulian kepada pengurus dan atlet yang hadir. Langkah ini sekaligus menjadi tanda tindak lanjut politik lokal terhadap kebutuhan riil komunitas atlet disabilitas.
Ke depan, DPC berjanji memantau realisasi usulan fasilitas dan anggaran. Jika terealisasi, langkah itu diharapkan membuka akses yang lebih luas untuk pembinaan dan pengembangan prestasi atlet disabilitas di Kabupaten Kediri.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Soekarno Cup 2026: Jatim Targetkan Warisan Pembinaan Sepak Bola
Soekarno Cup 2026 di Jawa Timur ditargetkan menjadi warisan pembinaan sepak bola usia muda, digelar 10–24 Ag...
Dorong Pelestarian Kejhung, DPRD Jember Ajak Generasi Muda Terlibat
Ketua Komisi B DPRD Jember mendorong pelestarian seni kejhung lewat pendataan, sarasehan, dan pengemasan dig...
DPRD Malang Awasi Kerusakan Stadion Kanjuruhan Pasca Renovasi
DPRD Malang akan mengawal temuan kerusakan Stadion Kanjuruhan pasca renovasi APBN Rp335 miliar; ada bocor, b...
Rita Haryati Turun Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa Ginuk
Rita Haryati ikut kerja bakti dan memberi 27 drum aspal untuk pengaspalan jalan Desa Ginuk, Magetan, Sabtu (...
DPRD Jember Minta Pemkab Tunda Pinjaman Rp786,57 M
Anggota Banggar DPRD Jember minta Pemkab menunda pengajuan pinjaman Rp786,57 miliar dan utamakan efisiensi a...
Anas Karno Minta Deteksi Dini Diperkuat untuk Cegah Konflik di Surabaya
Anas Karno minta camat, lurah, RT, dan RW perkuat deteksi dini untuk cegah konflik sosial di Surabaya.