Amri/Nita Tersingkir di Indonesia Open 2026 usai Kesalahan Sendiri
Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah tersingkir pada babak kedua Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis 4 Juni 2026, setelah kalah dua gim langsung dari pasangan Tiongkok Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dengan skor 17-21, 9-21. Kekalahan ini disebabkan kombinasi kesalahan sendiri dan variasi servis lawan.
Hasil dan jalannya pertandingan
Amri/Nita memberi perlawanan ketat pada gim pertama. Skor sempat imbang 16-16 menjelang akhir gim pertama, namun beberapa poin krusial berakhir karena kesalahan pasangan Indonesia.
Pada gim kedua, pasangan Tiongkok meningkatkan tempo dan agresivitas. Peringkat tujuh dunia itu memanfaatkan momentum untuk memperlebar selisih angka hingga kemenangan mutlak.
Evaluasi Amri
Amri menyatakan kesalahan sendiri menjadi faktor utama kekalahan. Ia menyoroti tekanan yang muncul setelah beberapa reli berujung pada kesalahan sederhana.
Pada gim pertama sebenarnya sudah baik; memulai dengan baik, tapi ada kesalahan-kesalahan yang kita buat bikin mereka lebih percaya diri. Kita jadi tertekan karena banyak melakukan kesalahan, buang bola salah sendiri itu yang buat kita tidak percaya diri.
Menurut Amri, mental dan konsistensi harus diperbaiki untuk menghindari situasi serupa di turnamen selanjutnya.
Komentar Nita soal servis lawan
Nita menyoroti pola servis lawan yang variatif sebagai pemicu kesulitan dalam penerimaan. Perubahan tempo servis beberapa kali membuat pasangan Indonesia terkecoh.
Servis mereka bagus; kadang dilambatkan, kadang cepat. Untuk penerimaan itu sangat mengganggu, karena kita sudah siap tapi mereka lama-lamain.
Pada pertandingan sebelumnya, mereka juga melakukan hal serupa, tapi tidak sesering ini. Tadi hampir setiap poin mereka seperti itu.
Nita menilai variasi servis itu menjadi senjata efektif pasangan Tiongkok sepanjang pertemuan kali ini.
Dampak dan prospek ke depan
Kekalahan ini otomatis menghentikan langkah wakil Indonesia di nomor ganda campuran pada turnamen berlevel tinggi tersebut. Evaluasi fokus pada pengurangan unforced error dan adaptasi terhadap variasi servis menjadi catatan utama pelatih dan pemain.
Amri/Nita akan memantau aspek teknis dan mental sebelum menghadapi jadwal berikutnya. Perbaikan dalam penerimaan servis dan pengelolaan poin krusial diharapkan menjadi fokus latihan mereka.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Persebaya Bidik Kemenangan atas Persija di Pembuka Piala Presiden
Persebaya incar kemenangan atas Persija di Gelora Bung Tomo pada pembuka Piala Presiden 26 Juli 2026 untuk m...
Sinner dan Djokovic Mundur dari Canadian Open, Soroti Jadwal Padat
Jannik Sinner dan Novak Djokovic mundur dari Canadian Open 2026, memicu desakan evaluasi jadwal padat dan pe...
Andrea Pirlo Jadi Pelatih Timnas Italia, Kontrak 4 Tahun
FIGC mencapai kesepakatan dengan Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia kontrak empat tahun, setelah Gua...
Menpora Buka Turnamen Voli Putri Arie One Cup II di Bekasi
Menpora Erick Thohir membuka Turnamen Open Voli Putri Arie One Cup II di Bekasi (25 Juli 2026), diikuti 12 t...
Herdman Umumkan 26 Pemain Timnas untuk ASEAN Hyundai Cup
John Herdman memanggil 26 pemain untuk ASEAN Hyundai Cup 2026; skuad gabungkan pengalaman dan wajah baru, te...
Putri Wardani Terhenti di Perempat Final China Open 2026
Putri Kusuma Wardani tersingkir di perempat final China Open 2026 setelah kalah 21-16, 11-21, 9-21 dari Tomo...