Nasional

Amran Tinjau Penyaluran Bantuan Beras di Banggai

Bagikan:
Andi Amran Sulaiman meninjau penyaluran bantuan beras di Desa Tirta Sari, Banggai

Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengecek langsung penyaluran bantuan pangan beras di Desa Tirta Sari, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis, 10 September 2026. Kunjungan itu bertujuan memastikan bantuan Presiden diterima oleh penerima yang berhak dan dalam jumlah sesuai ketentuan.

Kunjungan dan penyaluran di Tirta Sari

Amran mendatangi lokasi penyaluran di Kantor Desa Tirta Sari untuk memantau proses distribusi kepada warga. Di desa itu, bantuan dialokasikan kepada 88 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total pagu 2.640 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

"Ini bantuan dari Bapak Presiden. Membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan,"

Setiap penerima mendapat 10 kilogram beras per bulan atau 30 kilogram untuk tiga bulan. Pemerintah meminta penyaluran dilakukan transparan agar bantuan sampai tepat sasaran.

Cakupan alokasi di Toili, Banggai, dan Sulawesi Tengah

Paket bantuan bukan hanya di Tirta Sari. Di Kecamatan Toili, penyaluran menyasar 2.053 PBP dengan pagu total 61.590 kilogram beras.

Untuk tingkat kabupaten, Kabupaten Banggai mendapatkan alokasi untuk 38.892 PBP dengan total pagu sekitar 1.167 ton beras. Secara provinsi, Sulawesi Tengah dialokasikan untuk 405.404 PBP dengan pagu 12.162 ton beras, masing-masing menerima 30 kilogram selama tiga bulan.

Wilayah Jumlah PBP Total Pagu Beras Alokasi per Penerima
Desa Tirta Sari 88 2.640 kg 30 kg (10 kg/bln)
Kecamatan Toili 2.053 61.590 kg 30 kg
Kabupaten Banggai 38.892 1.167 ton 30 kg
Sulawesi Tengah (provinsi) 405.404 12.162 ton 30 kg

Realisasi penyaluran dan ketersediaan stok

Hingga saat ini, realisasi penyaluran bantuan pangan beras di Sulawesi Tengah tercatat mencapai 51,61 persen. Pemerintah terus mengawal proses distribusi agar capaian meningkat dan bantuan tepat sasaran.

Selain distribusi, pemerintah menjaga kecukupan stok beras. Stok beras yang dikelola Bulog di Sulawesi Tengah saat ini tercatat 13.604 ton. Pemerintah merencanakan penambahan pasokan 5.000 ton dari Sulawesi Selatan dan 3.000 ton dari Sulawesi Tenggara.

Dengan tambahan tersebut, stok beras di provinsi diproyeksikan mencapai sekitar 21.604 ton, memperkuat ketersediaan untuk kebutuhan pangan dan bantuan sosial.

Upaya distribusi agar intervensi berkelanjutan

Amran menekankan pentingnya keseimbangan antara kecukupan stok dan kelancaran distribusi. Menurutnya, kedua aspek itu harus berjalan simultan agar intervensi pangan pemerintah dapat berlangsung berkelanjutan.

"Stok pangan harus selalu kita jaga, sekaligus distribusinya kita pastikan berjalan dengan baik,"

Pemantauan lapangan seperti kunjungan ini akan terus dilakukan untuk memperbaiki proses penyaluran dan memastikan bantuan tepat waktu serta tepat sasaran.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait