Adujaknas 2026: Duta GenRe Wajib Punya Karya Nyata
Adujaknas 2026 menegaskan bahwa peserta duta remaja harus membawa karya nyata sebagai bukti kontribusi di daerah masing-masing, bukan sekadar mengikuti lomba seremonial.
Hal itu disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, seusai rangkaian acara Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe Nasional (Adujaknas) di Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Persyaratan karya nyata untuk setiap peserta
Menurut Wihaji, setiap duta remaja wajib mempresentasikan karya inovatif yang telah dilaksanakan di wilayahnya. Karya tersebut menjadi bagian penilaian dalam tahap nasional.
"Tidak hanya kita lomba bicara, lomba pidato, lomba visi dan misi, tetapi prosesnya sudah panjang. Kemudian dia juga punya karya nyata dari masing-masing provinsi yang dipresentasikan kepada dewan juri,"
Proses seleksi berjenjang
Seleksi peserta berlangsung berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga provinsi. Setiap perwakilan daerah membawa program kerja unggulan yang diarahkan untuk memberi dampak positif bagi remaja setempat.
Hasil seleksi tersebut membantu panitia memilih karya terbaik yang kemudian dipresentasikan di tingkat nasional kepada dewan juri penilai.
Peran duta setelah terpilih
Direktur Bina Ketahanan Remaja di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Irma Ardiana, menjelaskan bahwa peran duta bersifat berkelanjutan. Mereka dibekali keterampilan analisis situasi sosial untuk merancang program pembinaan karakter di daerah.
"Kita ingin mereka terlibat dalam penetapan kebijakan. Karena kebijakan-kebijakan itu nggak bisa kalau kita ngga konservasikan bersama mereka,"
Setelah terpilih pada tingkat provinsi, para duta diwajibkan menjalankan program inovasi binaan selama satu tahun. Keterlibatan aktif ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan pembangunan kependudukan secara merata.
Dampak dan harapan
Karya nyata yang dihasilkan peserta menjadi instrumen penting untuk melahirkan teladan bagi generasi muda. Dengan demikian, duta terpilih diharapkan mampu menginspirasi jutaan remaja melalui keteladanan tindakan dan sikap.
Adujaknas 2026 bukan sekadar kompetisi; acara ini diarahkan menjadi wadah pengembangan program nyata yang dapat dijadikan model pembinaan remaja di tingkat daerah dan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Banjir Bandang Solok: 1 Meninggal, 1 Masih Dicari
Banjir bandang di Nagari Batang Barus, Solok (21 Sept 2026) menewaskan satu orang; satu korban masih dalam p...
Bapanas Tekankan Keseimbangan Harga Pangan untuk Produsen
Bapanas minta keseimbangan harga pangan agar stabilisasi inflasi tak mengorbankan petani dan peternak; beber...
Bapanas: Tantangan Pangan Kini pada Distribusi Antarwilayah
Bapanas: ketersediaan pangan aman hingga akhir 2026; masalah utama adalah distribusi dan keseimbangan pasoka...
Veronica Tan Perkuat Layanan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak
Veronica Tan dorong layanan satu pintu bagi korban kekerasan perempuan dan anak, menekankan perlunya sinergi...
Kementerian PU Gelar OMC Perkuat Tampungan Tiga Waduk
Kementerian PU menggelar OMC 18–22 September 2026 untuk memperkuat tampungan Waduk Saguling, Cirata, dan Jat...
PKB Soroti Penguatan Fungsi Sosial Tanah lewat RUU Reforma Agraria
Muhammad Khozin (Baleg) dorong RUU Reforma Agraria untuk perkuat fungsi sosial tanah, satukan data, dan lind...