5 Juni: Hari Lingkungan Hidup dan Melawan Penangkapan Ikan Ilegal
5 Juni diperingati sebagai dua momentum penting di tingkat internasional: Hari Lingkungan Hidup dan Hari Internasional Melawan Penangkapan Ikan Ilegal. Kedua peringatan ini mengingatkan pada urgensi pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya laut bagi generasi mendatang.
Daftar peringatan pada 5 Juni
- Hari Lingkungan Hidup (World Environment Day)
- Hari Internasional Melawan Penangkapan Ikan Ilegal (International Day for the Fight against IUU Fishing)
Sejarah singkat Hari Lingkungan Hidup
Hari Lingkungan Hidup dipimpin oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) sejak 1973. Peringatan ini berakar pada Konferensi Lingkungan Manusia di Stockholm yang berlangsung pada 5-16 Juni 1972.
Pada 15 Desember 1972, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup. Keputusan itu juga menandai pembentukan UNEP sebagai badan global yang menangani isu lingkungan.
Sejak 1987, UNEP menerapkan sistem tuan rumah bergilir untuk meningkatkan jangkauan kampanye lingkungan ke berbagai negara dan budaya. Informasi resmi mengenai perayaan tersedia di laman UNEP.
Sumber: UNEP — World Environment Day
Asal usul Hari Melawan Penangkapan Ikan Ilegal
Tanggal 5 Juni juga diangkat sebagai Hari Internasional Melawan Penangkapan Ikan Ilegal. Gagasan pertama kali diusulkan pada 2015 oleh Komisi Umum Perikanan untuk Mediterania di bawah FAO.
Komite Perikanan FAO menyepakati 5 Juni karena bertepatan dengan berlakunya Perjanjian Tindakan Negara Pelabuhan, instrumen internasional pertama yang mengikat untuk memerangi praktik Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing.
Resolusi terkait disetujui dalam Konferensi FAO pada Juli 2017 dan kemudian diresmikan oleh Majelis Umum PBB pada Desember 2017. Penjelasan lengkap tentang Perjanjian Tindakan Negara Pelabuhan dapat dibaca di laman FAO.
Sumber: FAO — Port State Measures
Mengapa kedua peringatan ini penting
Keduanya menyoroti ancaman terhadap keberlanjutan: pencemaran, kehilangan keanekaragaman hayati, dan praktik perikanan ilegal. Penangkapan ikan ilegal tidak hanya merugikan ekonomi, tetapi juga mengikis stok ikan dan merusak ekosistem laut.
Peringatan tahunan berfungsi sebagai pengingat bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kebijakan, pengawasan, dan pendidikan publik. Aksi kolektif diperlukan agar upaya pelestarian dan penegakan aturan berjalan efektif.
Implikasi ke depan
Dengan meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam, kedua peringatan ini berperan penting untuk mendorong kebijakan berkelanjutan. Pemerintah dan organisasi internasional diharapkan terus memperkuat kerja sama dan mekanisme pengawasan.
Penguatan regulasi, pengawasan pelabuhan, dan kampanye publik akan menjadi kunci untuk menjaga sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Dua Anak Muda Bali Juara Putra Putri Batik Nusantara 2026
Kadek Wijaya dan Putu Paramitha terpilih Grand Winner PPBN 2026 di Cibubur; diharapkan menguatkan peran gene...
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 Dibuka, Pendaftaran 28 Sep–10 Okt
Pendaftaran Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 dibuka 28 Sep–10 Okt untuk siswa kelas V–VI SD/MI; 36 s...
Kemenkes: Deteksi H3N2 'Superflu' Lebih Rendah pada 2026
Kemenkes: meski influenza meningkat, deteksi H3N2 subclade K ('superflu') lebih rendah pada 2026 dibanding 2...
Merah Putih Bertanya: 750 Aktor Reenaksi Insiden Hotel Yamato
750 aktor menampilkan kembali insiden Hotel Yamato pada Sabtu, merekonstruksi penurunan dan pengoyakan bende...
Kementerian Kebudayaan Gelar Pentas KILA 2026 untuk Bangkitkan Lagu Anak
Kementerian Kebudayaan menggelar Pentas KILA 2026 di Jakarta untuk menghidupkan kembali lagu anak dan mengem...
Perpustakaan Danantara Resmi Dibuka di Museum Nasional
Perpustakaan Danantara resmi dibuka 25 September 2026 di Museum Nasional; koleksi langka bisa dibaca gratis...