Gaya Hidup

Rupiah Melemah Bikin Turis Mancanegara Berlibur Lebih Lama

Bagikan:

Jakarta. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan mata uang regional mendorong perubahan pola perjalanan: wisatawan asing memanfaatkan nilai tukar untuk memperpanjang liburan di Indonesia, sementara warga Indonesia menunda atau memangkas perjalanan ke luar negeri karena biaya yang meningkat.

Lonjakan kunjungan asing ke Bali dan nasional

Di Bali, dampak itu terlihat nyata. Wisatawan dari Australia, Malaysia, dan negara lain melaporkan bisa mendapatkan lebih banyak kamar hotel dan aktivitas dengan biaya yang sama dibanding beberapa bulan lalu. Faktor ini mendorong peningkatan lama menginap dan pemesanan villa.

Secara nasional, angka kunjungan juga menunjukkan perbaikan. Indonesia mencatat 1,25 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada April, dengan total 4,68 juta wisatawan pada Januari hingga April 2026, level tertinggi untuk periode tersebut sejak sebelum pandemi.

Indikator Data Keterangan
Kunjungan asing ke Bali (April) 553.328 Naik 17% dari bulan sebelumnya
Hunian hotel berbintang 58% Kenaikan okupansi di hotel berbintang
Kunjungan asing nasional (April) 1,25 juta
Perjalanan warga Indonesia ke luar negeri (April) 643.660 Turun 19% dari bulan sebelumnya
Perjalanan wisata domestik (April) 97,55 juta Turun 23% dari Maret

Dengan mata uang asing yang menguat, kami memutuskan untuk tinggal lebih lama dan membeli lebih banyak oleh-oleh sebelum pulang

Pengelola hotel menyebut peningkatan lama menginap sebagai berkah tak terduga dari pelemahan rupiah. Nilai tukar yang lebih lemah membuat harga liburan di Indonesia relatif lebih murah bagi wisatawan asing, khususnya dari negara tetangga.

Warga Indonesia memangkas liburan luar negeri

Sisi lain dari fenomena ini adalah penurunan minat bepergian ke luar negeri oleh warga Indonesia. Banyak keluarga menunda rencana ke Eropa, Timur Tengah, dan Amerika karena biaya tiket dan pengeluaran yang melonjak sejauh mata uang domestik melemah.

Pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor penurunan perjalanan ke luar negeri selain ketegangan geopolitik dan dampaknya terhadap ekonomi global

Data menunjukkan jumlah keberangkatan warga Indonesia ke luar negeri menyusut signifikan dibandingkan tahun lalu. Agen perjalanan juga melaporkan preferensi beralih ke perjalanan yang lebih pendek atau paket mandiri tanpa fasilitas all-inclusive.

Dampak pada pariwisata domestik dan respons pemerintah

Bukan hanya perjalanan internasional yang terdampak. Perjalanan domestik turun setelah musim libur, dengan beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Barat mencatat penurunan 40 hingga 60 persen year on year. Kenaikan tarif udara, didorong oleh biaya bahan bakar dan impor, turut menekan minat jalan-jalan.

Pemerintah melihat peluang untuk memaksimalkan kunjungan asing sambil meredam beban bagi wisatawan lokal. Upaya yang disiapkan antara lain promosi intensif ke pasar Asia dan Australia serta rencana subsidi pajak untuk tiket kelas ekonomi pada masa liburan sekolah dan akhir tahun untuk menurunkan tarif sekitar 5 persen.

Prospek

Pelemahan rupiah memberi keuntungan jangka pendek bagi penerimaan pariwisata dari mancanegara. Namun, untuk mempertahankan momentum diperlukan strategi promosi berkelanjutan dan kebijakan domestik yang meringankan biaya perjalanan bagi masyarakat. Perubahan nilai tukar tetap menjadi faktor penentu dinamika kunjungan ke depan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait