Nasional

Sembilan WNI Relawan GSF Ditahan Israel, Dipulangkan via Turki

Bagikan:
Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla saat di Istanbul sebelum dipulangkan ke Indonesia

Sembilan warga negara Indonesia (WNI)Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 sempat ditahan oleh militer Israel pada 18 Mei 2026. Mereka dibebaskan beberapa hari kemudian, tiba di Istanbul, Turki, dan dijadwalkan dipulangkan ke Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu sore, 24 Mei 2026.

Kronologi penangkapan

Pada Senin, 18 Mei 2026, pasukan Israel mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan GSF 2.0. Penangkapan berlangsung bertahap sehingga sejumlah relawan, termasuk sembilan WNI, ditahan.

Seluruh relawan dibebaskan pada Kamis, 21 Mei 2026, setelah menjalani penahanan selama tiga hingga empat hari di fasilitas militer Israel. Mereka kemudian dibawa ke Turki dengan pesawat yang disediakan otoritas setempat.

Kondisi dan dugaan pelanggaran HAM

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul menyatakan para WNI dalam kondisi sehat, namun sempat mengalami penganiayaan fisik saat ditahan.

Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla). Telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat.

— Darianto Harsono, Kepala Perwakilan KJRI di Istanbul

Darianto menuturkan beberapa relawan mendapat kekerasan fisik, termasuk dipukul, ditendang, dan ada laporan tindakan penyetruman.

Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik. Ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum.

— Darianto Harsono

Keluarga salah satu relawan, Denisa, memastikan kondisi suaminya sehat setelah keluar dari penahanan. Dia juga menjelaskan kendala komunikasi selama insiden.

Alhamdulillah keadaannya sehat. Meskipun sempat mengalami kekerasan saat disandra.

— Denisa, istri salah satu relawan

Denisa menambahkan relawan sulit berkomunikasi karena perangkat dibuang demi keamanan. Proses pemulangan dari Turki ke Indonesia berjalan lancar menurut keluarga.

Proses pemulangan dan pengawalan pemerintah

Setelah tiba di Istanbul, kesembilan WNI berada di bawah pendampingan KJRI. Pemerintah memastikan akan mengawal proses kepulangan hingga tiba di Tanah Air.

Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call.

— Sugiono, Menteri Luar Negeri RI

Pemerintah Indonesia memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke Indonesia lancar dan dapat tiba kembali dengan selamat & sesegera mungkin.

— Sugiono, Menteri Luar Negeri RI

Sugiono mengecam tindakan tidak manusiawi yang diterima para relawan dan menilai perlakuan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Jadwal kedatangan dan penyambutan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri menyampaikan sembilan WNI dijadwalkan mendarat di Terminal 3, Lounge Umrah, Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.30 WIB pada Minggu, 24 Mei 2026. Kedatangan akan disambut oleh Menteri Luar Negeri.

Sembilan WNI relawan akan landing (mendarat) sekitar pukul 15.30 WNI. Kedatangan rombongan akan disambut langsung oleh Bapak Menlu Sugiono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

— Yvonne Mewengkang, Juru Bicara Kemlu RI

Kasus ini memicu sorotan publik terhadap keselamatan relawan kemanusiaan dan pelaksanaan hukum humaniter di wilayah konflik. Pemerintah akan terus memantau proses pemulangan serta kondisi para WNI setelah tiba di Indonesia.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait