Ahli Gizi: Waspadai Bahaya Konsumsi Daging Berlebihan saat Iduladha
Ahli gizi mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan mengonsumsi daging kurban saat Iduladha karena berisiko menimbulkan masalah kesehatan jika pola makan tidak seimbang. Pernyataan disampaikan oleh dr. Tan Shot Yen pada Rabu, 27 Mei 2026.
Kebutuhan nutrisi dan keseimbangan
dr. Tan menegaskan bahwa daging merupakan sumber protein penting bagi tubuh. Namun, konsumsi berlebih tanpa porsi karbohidrat, sayur, dan buah dapat merusak keseimbangan gizi.
"Daging merupakan bagian dari protein kita ya, itu sumber protein. Kita harus memperhatikan, jangan sampai berlebihan,"
Ia menyarankan agar setiap kali makan, porsi lauk berprotein dan karbohidrat dibuat sederhana serta dilengkapi sayur dan buah.
Kiat praktis pola makan saat Iduladha
Untuk menjaga asupan, dr. Tan memberikan pedoman porsi mudah diikuti. Aturan ini bertujuan agar konsumsi daging tetap terkendali tanpa mengurangi kenikmatan hidangan kurban.
- Gunakan ukuran lauk dan karbohidrat sebesar telapak tangan per porsi.
- Selalu tambahkan sayur dan buah pada setiap hidangan.
- Hindari menggabungkan banyak hidangan berlemak dalam satu waktu makan.
"Nah lauknya itu bisa macam-macam. Pokoknya yang lebih penting lagi adalah nggak boleh kalap,"
Penyimpanan dan pengolahan daging kurban
dr. Tan mengingatkan agar daging kurban tidak diolah sekaligus dalam jumlah besar. Ia menyarankan pembagian untuk beberapa hari dan pemanfaatan kulkas atau freezer untuk menyimpan sisa.
Contoh pengaturan: hari pertama olah menjadi tengkleng atau gulai bersantan, hari berikutnya hentikan sementara konsumsi daging lalu olah sisa menjadi rendang atau sate di kemudian hari.
Mitos daging kambing dan hipertensi
Ahli gizi ini menepis anggapan bahwa daging kambing secara langsung menyebabkan tekanan darah tinggi. Menurutnya, faktor utama adalah kebiasaan makan yang tidak terkontrol dan tidak terdeteksinya kondisi hipertensi sebelum makan berlebihan.
"Itu mitos ya, yang menjadi masalah adalah orang yang memiliki hipertensi tidak terkontrol. Mereka nggak cek tekanan darah berapa lalu tiba-tiba makan banyak daging,"
Penderita hipertensi tetap bisa menikmati daging asalkan tekanan darah terkontrol dan konsumsi dalam jumlah wajar.
Batasi jeroan dan bagian berlemak
dr. Tan menyarankan membatasi konsumsi jeroan dan bagian daging yang kaya lemak jenuh. Bagian daging yang lebih ramping lebih aman dikonsumsi sebagai pilihan sehat.
Pesan akhir
Ia menutup dengan mengingatkan nilai sosial ibadah kurban: berbagi dapat membuat konsumsi lebih terkendali dan ibadah lebih bermakna.
"Anda boleh saja menikmati daging, tetapi asal Anda bisa berbagi dengan orang lain, apalagi yang membutuhkan. Insya Allah kurban Anda akan menjadi lebih beribadah,"
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...
Suntikan Rp20 Triliun untuk BPJS: 6 Catatan Fahira Idris
Fahira Idris menyambut suntikan Rp20 triliun untuk BPJS, namun memberi enam catatan agar dana memperkuat ket...