Lokal

Wamenkes Tinjau Layanan TB di RSUP H Adam Malik, Tracing di 661 Lokasi

Bagikan:
Wamenkes meninjau layanan TB di RSUP H Adam Malik Medan

Medan, 21 Juli – Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus Sp.P, FISR bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Akhmad Wiyagus meninjau pelaksanaan layanan TBC di RSUP H Adam Malik. Kunjungan bertujuan mempercepat pemberantasan TB secara nasional, khususnya di Sumatera Utara dan Kota Medan.

Peninjauan layanan dan tujuan kunjungan

Dalam kunjungan yang berlangsung Selasa (21/7), Wamenkes meninjau fasilitas dan alur layanan untuk pasien TB di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini bagian dari upaya menindaklanjuti arahan Presiden agar Kemenkes memperbaiki strategi pemberantasan TB di Indonesia.

Target deteksi dan capaian

Benjamin menjelaskan Indonesia menempati posisi kedua tertinggi kasus TB di dunia, dengan lebih dari 10 persen kasus global. Menurut data yang disampaikan, pada 2020 ditemukan sekitar 845.000 kasus TB (sekitar 50 persen dari estimasi), sementara pada 2025 Kemenkes menargetkan deteksi mencapai 80 persen atau sekitar 867.000 kasus.

"Hari ini kita datang untuk pemberantasan TB, kita sudah keliling berbagai provinsi Indonesia dan hari ini kita ke Sumut khususnya Kota Medan maupun beberapa daerah lainnya,"

Benjamin menekankan perlu kerja lintas sektor agar masyarakat mau datang ke fasilitas kesehatan sehingga temuan kasus meningkat dari tahun ke tahun.

Strategi: tracing dan pemeriksaan terpadu

Salah satu strategi yang ditekankan adalah pelacakan kontak erat (tracing) bagi pasien dengan TB aktif. Di Medan, pelacakan akan dilakukan di 661 lokasi untuk mempersempit rantai penularan.

Selain tracing, tim medis juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang, antara lain X-ray, pemeriksaan dahak, tensi, dan gula darah. Pemeriksaan ini akan dipadukan dengan program Cek Kesehatan Geatos untuk menjaring lebih banyak kasus.

Komitmen RSUP H Adam Malik

Direktur Utama RSUP H Adam Malik, dr. Zainal Safri, menegaskan rumah sakit memiliki layanan rawat inap khusus TB dan fasilitas Poli TB untuk penanganan pasien.

"Kami memiliki layanan rawat inap khusus TB, namun kita harus bersama-sama untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan dan pencegahan penularan penyakit TB di lingkungan masyarakat,"

Ia menambahkan rumah sakit akan memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain untuk memastikan layanan TB berkualitas dan mudah diakses.

Implikasi dan langkah ke depan

Kunjungan ini menegaskan fokus pemerintah pada peningkatan deteksi dan pengobatan TB melalui pendekatan terintegrasi: tracing, pemeriksaan diagnostik, dan sinergi antarinstansi. Keberhasilan program akan bergantung pada partisipasi masyarakat dan penguatan layanan primer di daerah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait