Lokal

Festival Literasi Aceh Besar 2026 Resmi Dibuka, Rita Mayasari Ajak Budayakan Membaca

Bagikan:
Pembukaan Festival Literasi Aceh Besar 2026 di Kota Jantho

Kota Jantho, 20 Juli 2026 — Bunda Literasi Kabupaten Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, membuka secara resmi Festival Literasi Kabupaten Aceh Besar 2026 di Kota Jantho. Acara ini digelar untuk mendorong budaya membaca sebagai gerakan bersama demi melahirkan generasi cerdas, kreatif, dan berkarakter.

Pembukaan dan tujuan festival

Pembukaan festival berlangsung pada Senin (20/7). Rita Mayasari menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba atau pameran, melainkan ruang edukatif yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat melalui aktivitas literasi. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menumbuhkan kecintaan membaca sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Makna literasi menurut Bunda Literasi

Dalam sambutannya, Rita menegaskan bahwa literasi lebih luas dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Ia menyebut literasi mencakup memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, memecahkan masalah, serta memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Semoga dengan digelarnya festival literasi ini, bukan sekadar ajang perlombaan dan pameran, tetapi merupakan gerakan bersama untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca, memperluas wawasan, serta membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.”

Tantangan dan strategi penguatan literasi

Rita menyoroti sejumlah tantangan di Aceh Besar, antara lain derasnya arus informasi di media sosial, rendahnya minat baca pada sebagian masyarakat, dan penggunaan gawai untuk hiburan ketimbang pembelajaran. Namun, ia optimistis tantangan ini bisa diubah menjadi peluang melalui kolaborasi berbagai pihak.

Rita mendorong sinergi antara pemerintah, perpustakaan, sekolah, komunitas literasi, perguruan tinggi, tokoh agama, dan generasi muda. Menurutnya, perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat belajar masyarakat, ruang kreativitas, tempat diskusi, dan pusat pemberdayaan ekonomi keluarga.

Imbauan untuk keluarga dan literasi digital

Rita juga mengajak keluarga menanamkan kebiasaan membaca sejak dini. Ia merekomendasikan langkah sederhana seperti menyediakan waktu membaca 15 menit setiap hari, membacakan cerita kepada anak, serta membatasi penggunaan gawai yang tidak produktif.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, Rita menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi, membedakan fakta dan hoaks, serta memanfaatkan teknologi untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri.

Penutup: harapan ke depan

Mengakhiri acara, Rita Mayasari resmi membuka festival yang mengusung tema “Festival Literasi: Menumbuhkan Kreativitas, Menginspirasi Generasi”. Ia berharap festival menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Aceh Besar.

“Kami berharap festival ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Aceh Besar.”
Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait